Indra Lesmana Tutup BRI Jazz Gunung Bromo 2026, Hari Kedua Sarat Kolaborasi Lintas Negara

Hanif Pratama • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 01:40 WIB
Indra Lesmana bersama Teza Sumendra menutup rangkaian BRI Jazz Gunung Bromo 2026 di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Sabtu (25/7/2026).
Indra Lesmana bersama Teza Sumendra menutup rangkaian BRI Jazz Gunung Bromo 2026 di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Sabtu (25/7/2026). Foto: BRI JAZZ GUNUNG BROMO 2026 OFFICIAL FOR RADAR MALANG
PROBOLINGGO, RADAR MALANG – Hari kedua BRI Jazz Gunung Bromo 2026, Sabtu (25/7/2026), menjadi penutup rangkaian penyelenggaraan festival jazz yang telah memasuki usia ke-18. Digelar di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Sukapura, Kabupaten Probolinggo, hari terakhir festival menghadirkan perpaduan musisi lintas generasi dan lintas negara yang mengubah dinginnya udara pegunungan menjadi malam penuh kehangatan musikal.

Seperti hari sebelumnya, rangkaian pertunjukan dibagi dalam dua sesi, yakni Before Sunset dan Evening Show. Gerbang amfiteater dibuka sejak pukul 13.45 WIB, sementara pertunjukan dimulai pukul 14.30 WIB.

Sesi Before Sunset dibuka oleh Littlefingers yang sukses membangun suasana hangat di tengah kabut Bromo yang mulai turun. Penampilan dilanjutkan oleh Kevin Yosua Big 6 bersama Nesia Ardi, yang membawakan sejumlah karya Ismail Marzuki seperti Sabda Alam, Selendang Sutra, dan Halo-Halo Bandung dalam balutan aransemen jazz.

Menjelang sore, giliran Ali mengambil alih panggung. Grup musik tersebut memadukan unsur funk, disko, rock psikedelik, dan lirik berbahasa Arab, menciptakan atmosfer yang berbeda sekaligus menjadi salah satu penampilan paling mencuri perhatian pada sesi sore.

Baca Juga: Bilal Indrajaya Debut di BRI Jazz Gunung Bromo 2026, Tutup Sesi Before Sunset dengan Suasana Hangat di Tengah Dinginnya Pegunungan

Memasuki Evening Show, penonton disuguhkan penampilan Watchdog, grup musik asal Prancis, yang menambah warna internasional dalam festival tahun ini. Setelah itu, Simone Prattico Java Collective bersama Sri Hanuraga dan Kevin Yosua menghadirkan eksplorasi jazz yang memadukan permainan drum Simone Prattico dengan kekayaan musikal Indonesia.

Puncak malam sekaligus penutup festival menjadi milik Indra Lesmana LLW bersama Eva Celia dan Teza Sumendra. Penampilan tersebut merupakan bagian dari rangkaian konser tunggal Indra Lesmana dalam perayaan 47 tahun perjalanan bermusiknya.

Set dibuka melalui lagu Reborn, kemudian berlanjut dengan sejumlah karya populer seperti Ekspresi, Nostalgia, hingga Aku Ingin. Di sela penampilan, Indra Lesmana turut berbagi kisah di balik lagu Nostalgia yang ia tulis ketika masih menempuh pendidikan musik di Amerika Serikat sebelum kembali ke Indonesia untuk memulai karier profesionalnya.

Teza Sumendra turut membawakan Daytime Alibi dengan karakter vokal yang kuat, sementara Eva Celia menghadirkan lagu Electric serta Dirimu Kasih. Usai tampil, Eva mengaku baru pertama kali merasakan pengalaman bernyanyi sambil menggigil karena dinginnya udara Bromo, namun justru menganggapnya sebagai pengalaman yang menyenangkan dan berkesan.

Baca Juga: BRI Jazz Gunung Bromo 2026: Perdana Manggung di Suhu 10 Derajat Celsius, Isyana dan Bilal Indrajaya Mengaku Excited 

Antusiasme penonton tetap terjaga hingga penampilan terakhir. Salah satu penonton asal Solo, Faisal, mengaku pengalaman menikmati konser jazz di kawasan pegunungan menjadi sesuatu yang berbeda. Menurutnya, selain panorama alam yang unik, keberagaman warna musik yang ditampilkan sepanjang festival membuatnya menemukan genre-genre yang sebelumnya belum pernah ia dengar secara langsung.

Berakhirnya penampilan Indra Lesmana LLW sekaligus menutup seluruh rangkaian BRI Jazz Gunung Bromo 2026. Selama dua hari puncak penyelenggaraan, festival menghadirkan perpaduan musisi nasional dan internasional, eksplorasi lintas genre, serta pengalaman menikmati musik di tengah lanskap pegunungan Bromo yang menjadi identitas khas Jazz Gunung selama 18 tahun terakhir.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Radar Malang
BRI Jazz Gunung Bromo 2026 Indra Lesmana Bromo