MALANG, RADAR MALANG– Tren self photo studio di Kota Malang terus berkembang. Tak lagi identik dengan sesi foto berdua atau bertiga, kini studio foto mandiri mulai menyediakan ruang berkapasitas hingga 30 orang untuk mengakomodasi kebutuhan foto rombongan mahasiswa, komunitas, instansi, hingga keluarga besar dalam satu frame.
Perubahan konsep tersebut menjadi respons atas meningkatnya permintaan masyarakat yang ingin mengabadikan momen bersama secara lebih praktis. Tanpa bantuan fotografer, pelanggan tetap bisa menghasilkan foto berkualitas dengan mengoperasikan seluruh proses pemotretan secara mandiri.
Kuy Studio Kembangkan Konsep Self Photo Berkapasitas Besar
Salah satu pelaku usaha yang mengembangkan konsep tersebut adalah Kuy Studio. Studio yang berdiri sejak 2021 itu kini memiliki ruang self photo dengan kapasitas maksimal 30 orang untuk format landscape dan sekitar 15 orang untuk format portrait.
"Konsep studio berkapasitas besar ini kami hadirkan karena semakin banyak permintaan dari komunitas, organisasi, instansi, hingga keluarga besar yang ingin berfoto bersama dalam satu frame tanpa harus dibagi menjadi beberapa sesi," ujar Leader Marketing Kuy Studio Aprillian Pusphita Shari.
Menurut Aprillian, mayoritas pengguna layanan tersebut berasal dari kalangan mahasiswa. Mulai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), panitia kegiatan, hingga peserta wisuda rutin memanfaatkan fasilitas itu. Selain itu, perusahaan, komunitas, dan keluarga besar juga mulai menjadikan studio sebagai lokasi foto bersama.
Tanpa Fotografer, Tetap Mengutamakan Kualitas Hasil Foto
Meski mengusung konsep mandiri, kualitas hasil foto tetap menjadi perhatian utama. Pengaturan pencahayaan dan komposisi menjadi tantangan tersendiri ketika jumlah peserta mencapai puluhan orang.
Untuk mengatasinya, Kuy Studio menyediakan sofa dan box seating sebagai media leveling. Fasilitas tersebut membantu mengatur tinggi-rendah posisi peserta sehingga seluruh wajah tetap terlihat jelas dalam satu bingkai.
"Dengan perbedaan ketinggian posisi berdiri dan duduk, seluruh anggota grup dapat terlihat lebih jelas di dalam satu frame," jelas Aprillian.
Menurut dia, justru tidak adanya fotografer menjadi nilai tambah. Pelanggan lebih leluasa menentukan pose, berekspresi, hingga mengulang pengambilan gambar tanpa merasa canggung.
"Kami memberi mereka ruang dan waktu untuk mengeksplorasi gaya secara natural," katanya.
Mahasiswa dan Komunitas Jadi Pasar Terbesar
Permintaan tertinggi datang dari kalangan mahasiswa yang ingin mengabadikan momen kebersamaan menjelang wisuda maupun usai menyelesaikan kegiatan organisasi. Di sisi lain, komunitas hobi hingga perusahaan juga mulai memanfaatkan konsep tersebut untuk kebutuhan dokumentasi kelompok.
Aprillian mengaku salah satu pengalaman paling berkesan adalah saat Kuy Studio melayani sesi foto komunitas cosplay dengan berbagai karakter dan kostum yang unik.
"Salah satu yang paling berkesan adalah saat Kuy Studio kedatangan komunitas cosplay," ungkapnya.
Hadirnya studio self photo berkapasitas besar menjadi bukti bahwa tren fotografi kelompok di Kota Malang terus berkembang. Jika sebelumnya foto rombongan identik dilakukan di ruang terbuka atau menggunakan jasa fotografer profesional, kini masyarakat memiliki alternatif yang lebih fleksibel, praktis, dan tetap menghasilkan dokumentasi berkualitas.
Editor : Aditya Novrian