Watchdog tampil pada sesi Evening Show dengan format yang sederhana, hanya mengandalkan piano dan klarinet. Meski minimalis, duo tersebut mampu membangun atmosfer yang tenang melalui permainan jazz kontemporer yang dipadukan dengan sentuhan elektronik. Aransemen yang mereka hadirkan memberikan pengalaman mendengarkan yang berbeda dibanding penampil lain pada malam itu.
Pendekatan musikal Watchdog terasa menyatu dengan suasana pegunungan Bromo yang mulai diselimuti kabut. Komposisi-komposisi yang dibawakan mengalir perlahan dan menciptakan nuansa yang intim sepanjang penampilan.
Berbeda dengan Watchdog, Simone Prattico hadir bersama Sri Hanuraga dan Kevin Yosua dalam formasi Simone Prattico Java Collective. Kolaborasi tersebut mempertemukan permainan drum khas Prattico dengan piano Sri Hanuraga dan bass Kevin Yosua dalam eksplorasi jazz yang sarat improvisasi.
Baca Juga: Indra Lesmana Tutup BRI Jazz Gunung Bromo 2026, Hari Kedua Sarat Kolaborasi Lintas Negara
Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi ketika Simone membawakan lagu berjudul Helene. Sebelum memainkannya, ia menjelaskan bahwa karya tersebut merupakan persembahan untuk sang istri.
"This is a song about my love of life, my wife, Helene," ujarnya kepada penonton.
Usai tampil, Simone juga menjelaskan bagaimana ia memadukan warna musik yang dibawanya dengan karakter musikal Kevin Yosua dan Sri Hanuraga. Menurutnya, proses tersebut berangkat dari sikap saling berasimilasi tanpa harus menghilangkan identitas masing-masing.
Ia menilai setiap musisi perlu tetap mempertahankan karakter bermusiknya sendiri. Dengan begitu, kecocokan dalam berkolaborasi akan tumbuh secara alami.
Baca Juga: Indra Lesmana Tutup BRI Jazz Gunung Bromo 2026, Hari Kedua Sarat Kolaborasi Lintas Negara
"We have to assimilate ofcourse. But just be authentic, so you can match and once you match, you match," ujarnya.
Keterlibatan Simone di BRI Jazz Gunung Bromo 2026 juga tidak hanya berlangsung pada hari kedua. Sehari sebelumnya, ia telah tampil bersama Ring of Fire Project dan Sri Hanuraga, menunjukkan kontribusinya dalam dua format kolaborasi yang berbeda sepanjang festival.
Kehadiran Watchdog dan Simone Prattico melengkapi daftar musisi internasional yang tampil di BRI Jazz Gunung Bromo 2026, setelah sehari sebelumnya festival juga menghadirkan Cait Lin asal Taiwan bersama Plutato. Rangkaian tersebut kembali menegaskan posisi Jazz Gunung Bromo sebagai ruang pertemuan musisi lintas negara yang berpadu dengan kekayaan musik Indonesia dalam suasana khas pegunungan Bromo.
Editor : Aditya NovrianSumber : Radar Malang