RADAR MALANG – Fenomena "Om Telolet Om" kembali ramai diperbincangkan publik setelah girl group Indonesia no na mengusung konsep tersebut dalam single terbaru mereka, honk!. Lagu yang dikabarkan akan rilis pada 31 Juli 2026 itu mengangkat nostalgia budaya jalanan Indonesia lewat bunyi klakson bus yang sempat menjadi fenomena global hampir satu dekade lalu.
Asal Usul dan Pengertian "Om Telolet Om"
Pada penghujung 2016, media sosial dihebohkan oleh tren "Om Telolet Om". Ungkapan ini lahir dari kebiasaan anak-anak yang berdiri di tepi jalan sambil meminta sopir bus membunyikan klakson khas berbunyi "telolet". Aksi sederhana tersebut kemudian berkembang menjadi fenomena internet yang menarik perhatian dunia.
Secara sederhana, kata "om" merupakan sapaan untuk pria dewasa, sedangkan "telolet" adalah onomatope yang menirukan suara klakson bus.
Fenomena ini diyakini berawal dari sekelompok anak di Jepara, Jawa Tengah, yang membawa papan bertuliskan "Om Telolet Om" di pinggir jalan. Video mereka kemudian menyebar luas di media sosial hingga viral.
Di balik popularitasnya, bunyi klakson telolet ternyata memiliki sejarah yang menarik. Ketua Bismania Community Arief Setiawan mengungkapkan bahwa suara tersebut diyakini berasal dari Timur Tengah.
"(Bunyi) telolet itu justru aslinya dari Timur Tengah untuk ngusir unta. Di Arab kalau enggak salah. Kemudian setahu saya dulu ada pengusaha, dengar suara itu dipasang di busnya. Tapi waktu itu kan belum banyak yang pakai telolet. Belum jadi viral kan," jelas Arief kepada detikcom, Kamis (22/12/2016).
Baca Juga: no na Umumkan Single Baru "honk!", Angkat Nostalgia Om Telolet Om
Sumber : Diolah dari berbagai sumber