Kilas Balik Fenomena Om Telolet Om, Inspirasi Single Baru no na "honk!"

Aldila Kyanna • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 08:03 WIB
Ilustrasi om telolet om (YouTube/Andrew Pradana)
Ilustrasi om telolet om (YouTube/Andrew Pradana)

RADAR MALANG – Fenomena "Om Telolet Om" kembali ramai diperbincangkan publik setelah girl group Indonesia no na mengusung konsep tersebut dalam single terbaru mereka, honk!. Lagu yang dikabarkan akan rilis pada 31 Juli 2026 itu mengangkat nostalgia budaya jalanan Indonesia lewat bunyi klakson bus yang sempat menjadi fenomena global hampir satu dekade lalu.

Asal Usul dan Pengertian "Om Telolet Om"

Pada penghujung 2016, media sosial dihebohkan oleh tren "Om Telolet Om". Ungkapan ini lahir dari kebiasaan anak-anak yang berdiri di tepi jalan sambil meminta sopir bus membunyikan klakson khas berbunyi "telolet". Aksi sederhana tersebut kemudian berkembang menjadi fenomena internet yang menarik perhatian dunia.

Secara sederhana, kata "om" merupakan sapaan untuk pria dewasa, sedangkan "telolet" adalah onomatope yang menirukan suara klakson bus.

Fenomena ini diyakini berawal dari sekelompok anak di Jepara, Jawa Tengah, yang membawa papan bertuliskan "Om Telolet Om" di pinggir jalan. Video mereka kemudian menyebar luas di media sosial hingga viral.

Di balik popularitasnya, bunyi klakson telolet ternyata memiliki sejarah yang menarik. Ketua Bismania Community Arief Setiawan mengungkapkan bahwa suara tersebut diyakini berasal dari Timur Tengah.

"(Bunyi) telolet itu justru aslinya dari Timur Tengah untuk ngusir unta. Di Arab kalau enggak salah. Kemudian setahu saya dulu ada pengusaha, dengar suara itu dipasang di busnya. Tapi waktu itu kan belum banyak yang pakai telolet. Belum jadi viral kan," jelas Arief kepada detikcom, Kamis (22/12/2016).

Baca Juga: no na Umumkan Single Baru "honk!", Angkat Nostalgia Om Telolet Om

Dampak Fenomena Om Telolet Om

Popularitas "Om Telolet Om" mencapai puncaknya ketika warganet Indonesia membanjiri akun media sosial DJ internasional dengan komentar serupa. Tagar tersebut sempat menduduki posisi teratas trending topic dunia di Twitter dan menarik perhatian musisi seperti Martin Garrix hingga Marshmello yang ikut merespons tren tersebut.

Tak hanya menjadi meme internet, bunyi klakson telolet juga berkembang menjadi bagian dari budaya populer. Suara khas itu diolah menjadi berbagai karya kreatif, mulai dari beatbox, remix musik, hingga lagu-lagu dangdut. 

Meski akhirnya tren tersebut mereda, "Om Telolet Om" tetap dikenang sebagai salah satu fenomena internet terbesar yang pernah lahir dari Indonesia dan berhasil menarik perhatian publik global.

Di sisi lain, meningkatnya aktivitas masyarakat di pinggir jalan demi mengejar bunyi klakson juga memunculkan kekhawatiran soal keselamatan. Banyak anak-anak dan penggemar bus yang berkumpul di bahu jalan sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan. Karena alasan keamanan dan ketertiban, penggunaan klakson telolet kini dibatasi bahkan dilarang di sejumlah daerah.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
om telolet om bismania community indonesia Bus no na