Masuki Proyek Layar Lebar Keempat, SHOW Token Resmi Duduki Kursi Executive Producer di Film Ketok Mejik

A. Nugroho • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 13:55 WIB
THE BEST: Tim SHOW Token bersinergi erat dengan Haha Production dam film Ketok Mejik.
THE BEST: Tim SHOW Token bersinergi erat dengan Haha Production dam film Ketok Mejik.

JAKARTA, RADAR MALANG — Platform ekosistem hiburan masa depan berbasis teknologi Web3 dan kecerdasan buatan (AI), SHOW Token, secara resmi mengumumkan keterlibatannya sebagai Executive Producer dalam proyek film drama komedi layar lebar terbaru bertajuk Ketok Mejik.  

Dalam proyek sinema ini, SHOW Token bersinergi erat dengan Haha Production yang bertindak sebagai kreator utama di balik produksi fisik film. Langkah strategis ini menjadi wujud nyata kelanjutan komitmen alokasi dana investasi ekosistem sebesar US$100 juta yang dicanangkan SHOW Token untuk mendinamisasi dan memodernisasi industri kreatif nasional. 

Film Ketok Mejik dijadwalkan hadir menghibur para pencinta sinema di seluruh jaringan bioskop tanah air mulai 13 Agustus 2026. Sebagai bagian dari rangkaian penyambutan sekaligus bentuk apresiasi bagi para penikmat film lokal, penayangan special screening eksklusif telah sukses digelar di Surabaya dan Malang pada 1–2 Agustus lalu.  

Tak hanya menawarkan komedi, film ini menghadirkan kisah drama yang mengangkat persoalan kehidupan, penyelesaian konflik, serta perjuangan para pahlawan di kehidupan nyata dengan pendekatan ringan dan sarat makna. 

Di bawah arahan sutradara Yogi S. Calam, Ketok Mejik hadir sebagai drama komedi dengan cerita yang solid, menggabungkan hiburan dan pesan filosofis yang relevan bagi penonton. 

Chief Executive Officer (CEO) SHOW Token, Akshay Melwani, mengungkapkan bahwa keterlibatan perusahaan dalam proyek Ketok Mejik merupakan langkah nyata dalam merealisasikan alokasi dana ekosistem US$100 juta di kawasan Asia Tenggara. 

 “Dukungan kami dalam film Ketok Mejik bersama Haha Production adalah pembuktian komitmen berkelanjutan SHOW Token dari aksi besar senilai $100 juta untuk memajukan sinema Indonesia. Kami ingin membuktikan bahwa karya lokal dengan cerita yang berbobot dan dekat dengan masyarakat mampu memiliki daya saing yang kuat serta nilai ekonomi yang berkelanjutan,” ungkap Akshay.

Ia menambahkan bahwa melalui partisipasi aktif di platform SHOW, masyarakat tidak lagi hanya berperan sebagai penonton pasif. Menurutnya, model transparansi digital terintegrasi yang dibangun SHOW Token membuka ruang yang lebih inklusif bagi penikmat film dan komunitas untuk turut memantau serta mendukung perjalanan IP dari balik layar. 

“Ini adalah pergeseran paradigma penting di mana audiens bertransformasi menjadi mitra pendukung utama ekosistem kreatif,” tegasnya. 

Kekuatan narasi yang solid dan dekat dengan masyarakat tersebut tercermin secara utuh dalam alur cerita film. Secara naratif, Ketok Mejik mengisahkan perjalanan kehidupan karakter-karakter yang saling terhubung di sebuah tempat yang bukan sekadar bengkel biasa. 

Di balik benturan komedi situasi yang jenaka, Ketok Mejik menjadi simbol filosofis tentang ruang perbaikan, tempat di mana kerusakan emosional, konflik keluarga, dan keretakan hubungan antarmanusia diluruskan kembali dengan ketukan emosional yang hangat. 

Cerita berfokus pada sosok-sosok pahlawan biasa dalam kehidupan sehari-hari yang berjuang memperbaiki takdir serta memulihkan harapan di tengah tekanan dinamika sosial. 

Melalui pendekatan komedi situasi yang begitu dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia, film ini mengajak penonton tertawa sekaligus merenungi makna terdalam dari pemulihan diri, pengorbanan, dan ikatan kekeluargaan. 

Peran utama dalam Ketok Mejik dipercayakan kepada komedian sekaligus aktor Ananta Rispo sebagai Ben, seorang cucu yang mewarisi bengkel milik sang kakek berikut tumpukan utangnya. 

Ia beradu akting dengan Tarra Budiman sebagai Made yang ambisius, Dodit Mulyanto sebagai Saged yang ceplas-ceplos, serta Arief Didu sebagai Unung, karyawan setia yang polos. 

Mengusung kualitas cerita yang hangat dan relevan bagi publik, keterlibatan SHOW Token dalam Ketok Mejik semakin memperkuat jajaran portofolio karya layar lebar yang didukung oleh ekosistem ini. 

Setelah berhasil mengawal kesuksesan film-film lintas genre sebelumnya, SHOW Token terus konsisten menghadirkan tata kelola produksi yang efisien, transparan, dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi digital para pembuat film lokal. 

Melalui sinergi antara Haha Production, jajaran talenta terbaik, dan dukungan ekosistem SHOW Token, Ketok Mejik diharapkan tidak hanya sukses memikat hati jutaan penonton di bioskop pada Agustus mendatang, tetapi juga memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis teknologi di kawasan regional. (*)

Editor : A. Nugroho
ketok mejik AI film hiburan