Pengurus PAKASA Malang Raya Resmi Dikukuhkan, Disparbud: Jadi Mitra Strategis Lestarikan Budaya Jawa

A. Nugroho • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 17:58 WIB
SAH: Pengurus Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (PAKASA) Malang Raya resmi dikukuhkan oleh KPH Dr. Wirabhumi, MM dari Surokarto Hadiningrat di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (1/8).
SAH: Pengurus Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (PAKASA) Malang Raya resmi dikukuhkan oleh KPH Dr. Wirabhumi, MM dari Surokarto Hadiningrat di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (1/8).

KEPANJEN, RADAR MALANG – Pengurus Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (PAKASA) Malang Raya resmi dikukuhkan oleh KPH Dr. Wirabhumi, MM dari Surokarto Hadiningrat di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (1/8). Acara ini dihadiri oleh para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, sesepuh dan pinisepuh PAKASA, serta keluarga besar PAKASA Malang Raya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Hartono, menyampaikan bahwa keberadaan PAKASA memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya Jawa di tengah masyarakat. “PAKASA bukan sekadar komunitas pelestari tradisi, melainkan mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang berkarakter, memperkuat persatuan, sekaligus mengembangkan potensi budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah,” ujar Hartono.

Ia menambahkan, sebagai paguyuban yang berakar pada nilai-nilai Keraton Surakarta Hadiningrat, PAKASA mengemban misi menjaga warisan budaya Jawa melalui pembinaan budi pekerti, pelestarian adat, seni, dan tata krama, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Dalam kesempatan tersebut, Ia menyampaikan sejumlah harapan kepada pengurus PAKASA Malang Raya yang baru dikukuhkan. 

Pertama, ia berharap PAKASA dapat menjadi organisasi yang inklusif dan mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang, sehingga budaya benar-benar hidup di tengah masyarakat dan tidak hanya hadir dalam acara seremonial. Kedua, ia mendorong penanaman kecintaan budaya kepada generasi muda agar mereka mengenal sejarah, tata krama, kesenian, bahasa, dan falsafah Jawa sebagai bekal identitas di tengah arus budaya global. Dan yang Ketiga, diharapkan PAKASA terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas seni, pelaku budaya, hingga desa wisata agar upaya pelestarian budaya menjadi gerakan bersama yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Hartono menambahkan, kegiatan budaya bisa  menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, persatuan, serta kerukunan sosial di tengah masyarakat. Selain itu PAKASA diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui pemanfaatan teknologi digital, dokumentasi, edukasi kreatif, dan media sosial tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur warisan leluhur.

“Budaya yang lestari akan melahirkan masyarakat yang beradab. Masyarakat yang beradab akan memperkuat persatuan, dan persatuan itulah yang menjadi modal utama mewujudkan Kabupaten Malang yang semakin maju, makmur, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujarnya. Ia berharap para pengurus yang baru dikukuhkan dapat menjalankan amanahnya dengan baik dan terus menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Malang dalam menjaga keluhuran budaya serta mempererat persaudaraan antar warga.


Sementara itu, Ketua PAKASA Malang Raya periode 2026–2031, KRA Dwi Indrotito Cahyono SH MH mengatakan bahwa jajaran kepengurusan yang baru dikukuhkan akan segera menindaklanjuti amanah tersebut. “Dengan menyusun program kerja melalui rapat kerja organisasi dalam waktu dekat,” ujarnya. 

Penyusunan program kerja ini menjadi langkah awal agar roda organisasi dapat berjalan secara terarah selama masa kepengurusan.
Ia menjelaskan, setidaknya ada tiga fokus utama yang akan menjadi prioritas kepengurusan ke depan. 

Pertama, penguatan organisasi secara internal, sehingga soliditas dan tata kelola PAKASA Malang Raya semakin kokoh dalam menjalankan program-programnya. Kedua, perluasan kerja sama dengan berbagai lembaga, baik pemerintah maupun swasta, guna memperkuat jejaring pelestarian budaya Jawa di Malang Raya. Ketiga, membangun sinergi bersama komunitas dan pegiat budaya setempat agar semangat melestarikan tradisi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. “Kepengurusan periode 2026 sampai dengan 2031 ini akan terus berkoordinasi dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang digagas oleh PAKASA Pusat, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam melestarikan budaya Jawa,” ujarnya. (*)

Editor : A. Nugroho
Pakasa Malang Raya budaya Surakarta Keraton pengurus