Tak Perlu Jadi Ahli, Kini Burung Bisa Diidentifikasi Lewat Aplikasi Berbasis AI

Valda Yumna Novfitri • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 17:00 WIB
Tampilan halaman aplikasi Merlin Bird ID by Cornell Lab. (Sumber: merlin.allaboutbirds.org)
Tampilan halaman aplikasi Merlin Bird ID by Cornell Lab. (Sumber: merlin.allaboutbirds.org)

MALANG, RADAR MALANG – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini tidak hanya dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan atau membuat konten digital, tetapi juga memudahkan masyarakat mengenali berbagai jenis burung.

Dilansir dari BBC, lewat aplikasi berbasis AI, pengguna cukup memotret burung atau merekam suaranya untuk mengetahui spesies yang ditemukan hanya dalam hitungan detik.

Baca Juga: Museum Gunakan AI untuk Hadirkan Theodore Roosevelt, Trump Jajal Teknologi Hologram

Salah satu aplikasi yang banyak digunakan adalah Merlin Bird ID, aplikasi yang dikembangkan Cornell Lab of Ornithology.

Aplikasi ini mampu mengidentifikasi burung berdasarkan foto, suara kicauan, maupun panggilannya. Teknologi tersebut membuat aktivitas birdwatching atau mengamati burung menjadi lebih mudah diakses, bahkan bagi pemula.

Masih menurut laporan BBC, minat terhadap birdwatching juga terus meningkat, terutama di kalangan generasi muda.

Banyak pengguna mengaku awalnya hanya penasaran dengan burung yang ditemui saat berjalan-jalan atau berwisata alam. 

Kehadiran aplikasi AI membuat mereka lebih mudah mengenali spesies tanpa harus membawa buku panduan atau memiliki pengetahuan khusus.

Direktur Merlin Bird ID, Jessie Barry, kepada BBC menyebut aplikasi tersebut telah diunduh sekitar 12 juta kali sepanjang 2026, sehingga total unduhannya kini mencapai 42 juta di seluruh dunia

Barry menambahkan, sejak pertama kali diluncurkan pada 2014, kemampuan aplikasi juga berkembang pesat. Jika awalnya hanya mampu mengenali sekitar 285 spesies melalui foto, kini Merlin dapat mengidentifikasi hingga 11.000 spesies burung dari berbagai belahan dunia.

Meski demikian, BBC turut mencatat bahwa para pengamat burung mengingatkan hasil identifikasi AI tidak selalu akurat.

Karena itu, aplikasi sebaiknya digunakan sebagai alat bantu belajar, bukan sebagai satu-satunya acuan untuk pencatatan ilmiah atau pengamatan resmi.

Baca Juga: Menuju Indonesia Emas 2045: Dekan FILKOM UB Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan di Era Artificial Intelligence

Selain memudahkan pengguna mengenal satwa liar, perkembangan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keanekaragaman hayati.

Semakin banyak orang yang tertarik mengamati burung, semakin besar pula peluang untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan dan konservasi spesies di masa mendatang.

Artikel ini disadur dari BBC News.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Media BBC News
Merlin Bird ID BBC burung Artificial Intelegence AI