RADAR MALANG – A24 membawa kisah Anthony Bourdain ke layar lebar lewat Tony, film biografi yang mengisahkan masa mudanya sebelum menjadi ikon kuliner dunia. Disutradarai Matt Johnson dan dibintangi Dominic Sessa, film ini berlatar musim panas 1976 saat Bourdain berusia 19 tahun dan bekerja di sebuah restoran di Provincetown, Massachusetts. Pengalaman tersebut kemudian menjadi inspirasi memoar terkenalnya, Kitchen Confidential.
Meski meninggal pada 2018, Bourdain masih dikenang dan dicintai banyak orang. Lantas, apa yang membuat sosoknya begitu berpengaruh?
Mengungkap sisi asli dunia restoran
Nama Bourdain mulai dikenal luas lewat buku Kitchen Confidential: Adventures in the Culinary Underbelly yang terbit pada 2000. Lewat buku itu, ia membongkar kerasnya kehidupan di balik dapur restoran dengan gaya bercerita yang jujur dan apa adanya.
Baca Juga: Bagaimana The Odyssey Bergeser dari Puisi Homer Menjadi Pola Cerita Naratif dalam Film?
Dikenal karena kejujurannya
Bourdain terbuka membahas masa lalu, kecanduan, tekanan pekerjaan, hingga berbagai konflik dalam hidupnya. Sikap tersebut membuat banyak orang merasa dekat dan melihatnya sebagai sosok yang autentik.
Memperkenalkan makanan secara mendalam
Lewat No Reservations dan Parts Unknown, Bourdain tidak sekadar mencicipi makanan. Ia mengajak penonton memahami budaya, sejarah, dan kehidupan masyarakat di balik setiap hidangan. Ia juga mengangkat pedagang kaki lima serta kuliner lokal agar mendapat apresiasi yang sama seperti restoran mewah. Karena itu, acaranya dianggap bukan hanya tayangan kuliner, tetapi juga pelajaran tentang empati dan menghargai perbedaan budaya.
Baca Juga: Andrew Garfield Mau Jadi Spider-Man Lagi, tapi Minta Filmnya Harus Aneh dan Berbeda
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari beberapa sumber