"Empat Musim Pertiwi" Karya Kamila Andini Gelar World Premiere di Toronto International Film Festival 2026

Hanif Pratama • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 15:12 WIB
Official first look film Empat Musim Pertiwi karya Kamila Andini. Film ini dijadwalkan menggelar world premiere dalam program Centrepiece di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026. (Sumber: IMDb)
Official first look film Empat Musim Pertiwi karya Kamila Andini. Film ini dijadwalkan menggelar world premiere dalam program Centrepiece di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026. (Sumber: IMDb)

JAKARTA, RADAR MALANG – Film terbaru sutradara Kamila Andini, Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java), dipastikan akan menjalani pemutaran perdana dunia (world premiere) di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026. Film tersebut masuk dalam program Centrepiece, salah satu program utama festival yang akan berlangsung pada 10–20 September 2026 di Toronto, Kanada.

Pengumuman resmi jajaran film Centrepiece disampaikan pihak TIFF pada Rabu (5/8/2026). Terpilihnya Empat Musim Pertiwi menandai kembalinya Kamila Andini ke salah satu festival film paling bergengsi di dunia, setelah sebelumnya Yuni meraih penghargaan Platform Prize di TIFF 2021.

Film ini mengangkat kisah Pertiwi, seorang perempuan yang kembali ke kampung halamannya setelah menjalani hukuman penjara selama 20 tahun akibat membunuh pria yang berusaha memperkosanya. Kepulangannya membawanya berhadapan dengan empat pria yang berperan dalam pemenjaraannya dan kini memiliki pengaruh besar di desa tersebut. Bersama kelompok masyarakat yang selama ini tersisihkan, Pertiwi berusaha mengungkap kembali berbagai peristiwa kelam yang selama bertahun-tahun tersimpan.

Tokoh Pertiwi diperankan oleh Putri Marino. Film ini juga dibintangi Christine Hakim, Arya Saloka, dan Hana Pitrashata Malasan.

Baca Juga: Billie Eilish Nyaris Tak Dikenali di Syuting The Bell Jar, Debut Jadi Pemeran Utama Film

Empat Musim Pertiwi diproduksi oleh Forka Films dengan Ifa Isfansyah sebagai produser bersama sineas asal Singapura, Anthony Chen. Produksinya melibatkan kolaborasi tujuh negara, yakni Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Polandia, Arab Saudi, dan Singapura.

Sebelum memasuki tahap produksi, proyek ini telah mengikuti sejumlah forum industri perfilman internasional, di antaranya Berlinale Co-Production Market, CineMart Rotterdam, dan Venice Gap-Financing Market. Film ini juga memperoleh dukungan pendanaan dari berbagai lembaga perfilman internasional.

Dalam beberapa kesempatan, Kamila Andini menyebut Empat Musim Pertiwi sebagai salah satu proyek paling menantang sepanjang kariernya. Tahap akhir pascaproduksi film turut melibatkan koloris internasional Peter Bernaers, dengan proses color grading diselesaikan di Storm Post Production Studio, Amsterdam.

Sebelum diumumkan masuk TIFF, cuplikan berdurasi sekitar 10 menit dari film ini telah lebih dulu diputar secara eksklusif dalam Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025 sebagai bagian dari program pengenalan proyek.

Hingga kini, jadwal penayangan Empat Musim Pertiwi di bioskop Indonesia masih belum diumumkan. Namun, keikutsertaannya di Toronto International Film Festival menjadi langkah awal perjalanan internasional film tersebut sebelum bertemu penonton di dalam negeri.

Baca Juga: Andrew Garfield Mau Jadi Spider-Man Lagi, tapi Minta Filmnya Harus Aneh dan Berbeda

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Kamila Andini Empat Musim Pertiwi Toronto International Film Festival film indonesia