Alasan The Odyssey Terasa Dekat dengan Anak Rantau dan Makna Nostos di Baliknya

Aldila Kyanna • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 08:03 WIB
Makan bersama keluarga (Wikimedia Commons)
Makan bersama keluarga (Wikimedia Commons/Pavel Kirillov)

RADAR MALANG Dalam epos karya Homer, Odysseus menghabiskan sepuluh tahun untuk kembali ke Ithaca setelah Perang Troya berakhir. Perjalanan panjang itu melahirkan salah satu gagasan terpenting dalam The Odyssey, yaitu nostos.

Apa Itu Nostos?

Menurut Nostos Goods, nostos (νόστος) berarti kepulangan, terutama perjalanan seorang pahlawan yang kembali ke rumah setelah melewati pengembaraan panjang. Dalam mitologi Yunani, nostos menjadi tema yang sangat penting hingga bentuk jamaknya, nostoi, dipakai sebagai judul epos yang menceritakan kepulangan para raja dan prajurit Yunani setelah Perang Troya. Hal ini menunjukkan bahwa kisah tentang pulang telah lama menjadi bagian penting dalam tradisi sastra Yunani.

Dari kata nostos kemudian lahir istilah yang kini lebih akrab, yaitu nostalgia. Classical Academic Press menjelaskan bahwa kata tersebut berasal dari gabungan nostos yang berarti kepulangan dan algos yang berarti rasa sakit. Secara harfiah, nostalgia berarti rasa sakit karena merindukan rumah. Seiring waktu, maknanya berkembang hingga sering dipakai untuk menggambarkan kerinduan pada masa lalu atau kenangan indah.

Baca Juga: Bagaimana The Odyssey Bergeser dari Puisi Homer Menjadi Pola Cerita Naratif dalam Film?

Hubungan dengan Rasa Manis

Dalam konsep nostos, makna pulang juga hadir lewat hal-hal sederhana seperti hidangan hangat, aroma masakan, dan kebersamaan dengan keluarga.

Hal ini juga tercermin dalam etimologi kata nostos. Menurut penelusuran etimologi, kata tersebut melahirkan istilah nostimon yang berarti manis atau menyenangkan. Dalam bahasa Yunani modern, kata itu berkembang menjadi nostimo, yaitu istilah untuk menggambarkan makanan yang lezat. Makna ini dipercaya berasal dari kebahagiaan seseorang saat akhirnya bisa pulang ke rumah.

Karena itulah, dalam The Odyssey, para pengembara yang berhasil tiba di tempat aman sering disambut dengan jamuan makan yang menjadi simbol kebahagiaan setelah perjalanan panjang dan memperkuat makna pulang yang menjadi inti dari konsep nostos.

Kenapa Terasa Dekat dengan Anak Rantau?

Salah satu momen paling berkesan dalam The Odyssey adalah ketika Odysseus menolak tawaran hidup abadi dari Calypso demi kembali ke Ithaca. Pilihan itu menunjukkan bahwa kerinduan pada rumah dan keluarga jauh lebih berarti baginya daripada kehidupan yang nyaman di tempat lain. Selaras dengan tulisan Homer, "Tidak ada yang lebih manis daripada tanah air dan kedua orang tua sendiri." 

Perasaan yang sama juga sering dialami anak rantau. Penelitian menunjukkan bahwa rasa rindu rumah merupakan respons yang wajar saat seseorang beradaptasi dengan lingkungan baru. Karena itu, kisah Odysseus masih terasa relevan hingga sekarang. Banyak anak rantau telah membangun kehidupan di kota baru, tetapi tetap merindukan hal-hal sederhana seperti masakan rumah, suasana makan bersama keluarga, atau kehangatan kampung halaman. Di situlah makna nostos tetap hidup, yaitu kerinduan untuk kembali ke tempat yang membuat seseorang merasa utuh.

Baca Juga: Kenapa Anthony Bourdain Begitu Dicintai? Film Tony Ungkap Awal Perjalanan Rockstar Dunia Kuliner

 

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
nostos Nostalgia The Odyssey anak rantau