MALANG, RADAR MALANG – Twitch tidak lagi identik dengan konten gaming semata. Platform live streaming milik Amazon ini kini mencatat pergeseran tren signifikan, di mana kategori Just Chatting justru menjadi konten paling banyak ditonton.
Berdasarkan data Streams Charts, kategori Just Chatting mencatat sekitar 304 ribu penonton bersamaan pada Februari 2026, menjadikannya kategori dengan penonton terbanyak di seluruh platform.
Fenomena ini menunjukkan bahwa audiens Twitch kini tidak hanya datang untuk menonton permainan, tetapi juga tertarik pada obrolan santai, konten IRL (in real life), hingga interaksi personal antara kreator dan penontonnya.
Pergeseran ini turut memengaruhi komposisi total waktu tonton di platform. Konten non-gaming kini menyumbang sekitar 32 persen dari total jam tonton secara keseluruhan, sebuah lonjakan yang didorong oleh menjamurnya siaran IRL, musik, dan konten kreatif lainnya.
Baca Juga: Jaga Profesionalisme! Kapolri Larang Anggota Live Streaming saat Bertugas
Tren ini menandai perubahan besar dibanding awal kemunculan Twitch pada 2011, yang saat itu murni berfokus pada siaran permainan video. Twitch sendiri masih memegang posisi sebagai platform live streaming terbesar secara global, dengan sekitar 240 juta pengguna aktif bulanan dan 35 juta pengguna aktif harian pada 2026.
Rata-rata penonton bersamaan di seluruh platform berada di kisaran 2,2 hingga 2,5 juta pada waktu tertentu, dengan Amerika Serikat sebagai pasar terbesar, diikuti oleh Jerman, Prancis, dan Rusia.
Menariknya, mayoritas pengguna Twitch tergolong usia muda. Sekitar 72 persen penggunanya berada di bawah 34 tahun, dengan usia rata-rata pengguna hanya 26 tahun.
Kelompok usia inilah yang dinilai menjadi pendorong utama pergeseran selera konten, dari sekadar menonton permainan menuju konten yang lebih personal dan interaktif seperti Just Chatting.
Perubahan tren konten ini juga sejalan dengan pergeseran demografi gender di platform. Meski Twitch masih didominasi pengguna laki-laki dengan komposisi global 65 berbanding 35 persen, kesenjangan tersebut perlahan menyempit seiring makin beragamnya kategori konten yang ditawarkan, termasuk Just Chatting, memasak, hingga konten kreatif lain yang menarik minat audiens yang lebih luas.
Baca Juga: Pekan ke-30 Super League Makin Panas! Simak Jadwal Lengkap & Tempat Live Streaming
Fenomena bergesernya minat penonton ini menjadi sinyal bahwa masa depan platform live streaming tidak lagi bergantung sepenuhnya pada industri game, melainkan juga pada kemampuan kreator membangun koneksi personal dengan audiensnya.
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber