Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Ayat 27 Surat Al Fajr Dilatarbelakangi Gugurnya Paman Nabi

Tauhid Wijaya • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 05:15 WIB

 

ILUSTRASI: Dalam Perang Uhud, Paman Nabi Muhammad SAW yang bernama Hamzah gugur. Peristiwa ini yang melatarbelakangi turunnya ayat 27 surat Al Fajr. (gambar: CHATGPT)
ILUSTRASI: Dalam Perang Uhud, Paman Nabi Muhammad SAW yang bernama Hamzah gugur. Peristiwa ini yang melatarbelakangi turunnya ayat 27 surat Al Fajr. (gambar: CHATGPT)

RADAR MALANG- Surat Al Fajr merupakan surat ke-89 dalam Al Qur’an. Terdiri dari 30 ayat. Namun, tidak ada keterangan tentang adanya latar belakang (asbabun nuzul) khusus dari ayat-ayat itu, kecuali ayat 27.

Bunyi ayat 27 itu sebagai berikut: 

Yaa ayyatuhan nafsul muthmainnah (Wahai jiwa yang tenang!)

Syekh Jalaluddin as Suyuthi alias Imam As Suyuthi dalam Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul mengatakan bahwa ayat ini dilatarbelakangi peristiwa gugurnya Hamzah, paman Nabi Muhammad SAW, di medan perang. 

Itu bersumber dari hadis riwayat Buraidah. Ia mengatakan bahwa ayat itu turun berkenaan dengan gugurnya Hamzah sebagai syahid di Perang Uhud. Demikian hadis yang diriwayatkan Ibnu Abi Hatim.

Pada ayat berikutnya, Allah SWT berfirman sebagai berikut: 

28) Irji'iii ilaa Rabbiki raadliyatan mardliyyah (Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya); 29) Fadkhulii fii 'ibaadii (Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku); 30) Wadkhulii jannatii (dan masuklah ke dalam surga-Ku).

Baca Juga: Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Surat Al Lail Turun Dilatarbelakangi Orang Kikir yang bila Kurmanya Jatuh dan Dimakan Bocah Pun Diminta Kembali 

Adapun hadis lain yang diriwayatkan Ibnu Abbas menyebut bahwa turunnya ayat itu terkait dengan perintah Nabi SAW kepada sahabat untuk membeli sumur Raumah sebagai sumber air minum umat.

Lengkapnya, Ibnu Abbas mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda sebagai berikut: “Barang siapa yang mau membeli sumur Raumah untuk melepaskan dahaga, mudah-mudahan dosanya diampuni Allah.”

Mendengar hal itu, Utsman bin Affan segera membeli sumur dimaksud. Lalu, Nabi bersabda lagi, “Ridhakah engkau jika sumur tersebut dijadikan sumber air minum untuk semua orang?” Utsman menjawab, “Ya.”

Terkait peristiwa itu maka Allah menurunkan ayat 27 surat Al Fajr. Demikian hadis riwayat Ibnu Abi Hatim.

Adapun secara lengkap, isi surat al Fajr adalah sebagai berikut:

1) Wal fajr (demi fajar); 2) Walayaalin ‘asyr (demi malam yang sepuluh); 3) Wasy syaf’i wal watr (demi yang genap dan yang ganjil), 4) Wal laili idzaa yasr (demi malam apabila berlalu); 5) Hal fii dzaalika qasamun lidzii hijr (adakah pada yang demikian itu terdapat sumpah [yang dapat diterima] bagi orang-orang berakal?);

6) Alam tara kaifa fa'ala rabbuka bi'aad (Tidakkah engkau [Muhammad] memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap [kaum] ‘Ad?; 7) Irama dzaatil 'imaad ([yaitu] penduduk Iram [ibukota kaum ‘Ad] yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi; 8) Allatii lam yukhlaq mitsluhaa fil bilaad (yang belum pernah dibangun [suatu kota] seperti itu di negeri-negeri lain);

9) Wa tsamuudal ladziina jaabush shakhra bil waad (dan [terhadap] kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah); 10) Wa fir'awna dzil awtaad (dan [terhadap] Fir‘aun yang mempunyai pasak-pasak [bangunan yang besar]); 11) Alladziina thaghaw fil bilaad (yang berbuat sewenang-wenang di dalam negeri), 12) Fa aktsaruu fiihal fasaad (lalu mereka banyak berbuat kerusakan di dalam negeri itu),

13) Fashabba 'alaihim Rabbuka sawtha 'adzaab (karena itu Tuhanmu menimpakan cemeti azab kepada mereka); 14) Inna Rabbaka labil mirshaad (sungguh, Tuhanmu benar-benar mengawasi); 15) Fa ammal insaanu idzaa mab talaahu Rabbuhuu fa akramahuu wa na' 'amahuu fa yaquulu Rabbiii akraman (Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, "Tuhanku telah memuliakanku.")

16) Wa ammaaa idzaa mabtalaahu faqadara 'alaihi rizqahuu fa yaquulu Rabbiii ahaanan (Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, "Tuhanku telah menghinaku."); 17) Kalla bal laa tukrimuuunal yatiim (Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim; 18) Wa laa tahaaadldluuna 'alaa tha'aamil miskiin (dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin);

19) Wa ta’kuluunat turaatsa aklal lammaa (sedangkan kamu memakan harta warisan dengan cara mencampurbaurkan (yang halal dan yang haram); 20) Wa tuhibbuunal maala hubban jammaa (dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan); 21) Kallaaa idzaaa dukkatil ardlu dakkan dakkaa (Sekali-kali tidak! Apabila bumi diguncangkan berturut-turut (berbenturan);

22) Wa jaaa'a Rabbuka wal malaku shaffan shaffaa (dan datanglah Tuhanmu; dan malaikat berbaris-baris); 23) Wa jiii'a yawma'idzin bi jahannnama; Yawma 'idzin-yyatadzakkarul insaanu wa annaa lahudz dzikraa (dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; pada hari itu sadarlah manusia, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu).

24) Yaquulu yaa laitanii qaddamtu lihayaatii (Dia berkata, "Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan [kebajikan] untuk hidupku ini."); 25) Fa Yawma idzin-llaa yu'adzdzibu 'adzaabahuuu ahad(Maka pada hari itu tidak ada seorang pun yang mengazab seperti azab-Nya [yang adil]); 26) Wa laa yuutsiqu watsaaqahuuu ahad (dan tidak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya);

27) Yaaa ayyatuhan nafsul muhtma 'innah (Wahai jiwa yang tenang!); 28) Irji'iii ilaa Rabbiki raadliyatan mardliyyah (Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya); 29) Fadkhulii fii 'ibaadii (Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku); 30) Wadkhulii jannatii (dan masuklah ke dalam surga-Ku). **

 

 

 

 

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        

Editor : Tauhid Wijaya
ngaji jumat asbabun nuzul imam as suyuthi al fajr radar malang