RADAR MALANG – Letterboxd selama ini dikenal sebagai platform personal bagi pecinta film untuk mencatat film yang telah ditonton, memberikan rating, serta menuliskan ulasan berdasarkan pengalaman dan penilaian masing-masing.
Namun, fungsi tersebut menjadi sorotan setelah MD Pictures diduga menggunakan akun buzzer untuk mempromosikan film produksinya yang disutradarai oleh Awi Suryadi, Perumahan Laddaland, di platform tersebut.
Aktivitas sejumlah akun dinilai tak wajar dan serupa hingga dianggap buzzer
Sejumlah pengguna menyoroti aktivitas akun-akun yang dinilai tidak wajar dalam memberikan rating terhadap film produksi MD Pictures. Beberapa akun yang menjadi perhatian disebut memiliki aktivitas terbatas dan hanya mencatat atau memberikan rating terhadap film buatan MD Pictures. Sejumlah filmnya bahkan mendapat rating tinggi, yakni 4 hingga 5 dari 5 bintang, yang dinilai tidak sebanding dengan kualitas film.
Baca Juga: Ketua BPI Buka Suara soal Kritik Delegasi Indonesia ke Cannes Film Festival 2026
Selain pola pemberian rating, pengguna juga menyoroti kemiripan isi komentar yang ditinggalkan sejumlah akun. Salah satu frasa yang disebut muncul dalam beberapa komentar adalah "jumpscarenya dapet", sehingga memunculkan dugaan adanya arahan atau template dalam aktivitas promosi tersebut.
Pola tersebut kemudian memicu perhatian di kalangan pengguna dan pecinta film. Banyak yang mempertanyakan penggunaan strategi promosi semacam itu di Letterboxd, mengingat platform tersebut dikenal sebagai ruang bagi penonton untuk memberikan penilaian dan ulasan secara personal.
Pecinta film layangkan kritik kepada MD Pictures
Kritik terhadap film Perumahan Laddaland juga muncul dalam bentuk aksi sejumlah pengguna yang memberikan rating rendah serta menuliskan komentar kritis hingga sarkastis pada film-film terkait meskipun tidak ikut menonton. Langkah tersebut menjadi bentuk protes terhadap dugaan praktik promosi yang dinilai tidak sesuai dengan fungsi Letterboxd sebagai ruang ulasan film yang personal.
Baca Juga: Alasan The Odyssey Terasa Dekat dengan Anak Rantau dan Makna Nostos di Baliknya
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari beberapa sumber