Konflik Kalung Berujung Maut, Ini Rangkaian Peristiwa Sebelum Tupac Ditembak

Hanif Pratama • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:27 WIB
Tupac Shakur, rapper legendaris yang tewas ditembak di Las Vegas pada 1996. Kasus pembunuhannya kini memasuki persidangan setelah hampir tiga dekade. (Foto: Instagram @2pac)
Tupac Shakur, rapper legendaris yang tewas ditembak di Las Vegas pada 1996. Kasus pembunuhannya kini memasuki persidangan setelah hampir tiga dekade. (Foto: Instagram @2pac

RADAR MALANG – Kasus pembunuhan rapper Tupac Shakur kembali memasuki perhatian publik setelah persidangan Duane “Keffe D” Davis dijadwalkan dimulai pekan depan. Di balik kasus yang telah berlangsung hampir tiga dekade tersebut, terdapat rangkaian konflik yang bermula dari perampasan sebuah kalung hingga berujung pada penembakan di Las Vegas.

Rangkaian peristiwa itu bermula pada Juli 1996. Orlando “Baby Lane” Anderson, yang merupakan anggota South Side Compton Crips, diduga terlibat dalam perampasan kalung milik Trevon “Tre” Lane di Lakewood Center Mall, California.

Kalung tersebut disebut berkaitan dengan Death Row Records, label musik yang menaungi Tupac dan dipimpin Suge Knight. Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu pemicu ketegangan antara kelompok yang berafiliasi dengan Death Row dan South Side Compton Crips.

Perkelahian di MGM Grand

Konflik kembali memanas pada malam 7 September 1996. Saat itu, Tupac bersama Suge Knight menghadiri pertandingan tinju Mike Tyson melawan Bruce Seldon di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas.

Setelah pertandingan berakhir, Tupac dan rombongannya berada di area hotel ketika seseorang mengenali Anderson sebagai orang yang sebelumnya diduga terlibat dalam perampasan kalung.

Tupac kemudian menghampiri Anderson. Perkelahian terjadi dan terekam kamera pengawas hotel. Dalam rekaman tersebut, Tupac dan sejumlah orang dari rombongannya terlihat terlibat dalam pemukulan terhadap Anderson.

Setelah kejadian itu, Tupac dan Suge Knight meninggalkan lokasi untuk menuju Club 662 milik Knight.

Pembalasan Beberapa Jam Kemudian

Menurut keterangan yang kemudian muncul dalam penyelidikan, insiden di MGM Grand menjadi pemicu aksi balasan.

Duane “Keffe D” Davis, paman Anderson dan anggota South Side Compton Crips, kemudian disebut terlibat dalam persiapan pembalasan. Sebuah Cadillac putih yang ditumpangi empat orang berkeliling Las Vegas untuk mencari keberadaan Tupac dan Suge Knight.

Sekitar pukul 23.00 waktu setempat, Cadillac tersebut berhenti di samping BMW yang ditumpangi Tupac dan Knight di persimpangan Flamingo Road dan Koval Lane.

Sejumlah tembakan kemudian dilepaskan ke arah kendaraan tersebut. Tupac yang berada di kursi penumpang depan terkena beberapa tembakan. Suge Knight juga mengalami luka akibat insiden tersebut, tetapi selamat.

Tupac kemudian dibawa ke rumah sakit. Ia meninggal dunia pada 13 September 1996 dalam usia 25 tahun.

Anderson Disebut sebagai Penembak, tetapi Tak Pernah Diadili

Dalam penyelidikan kasus tersebut, Orlando Anderson menjadi salah satu nama yang paling sering dikaitkan dengan penembakan. Sejumlah informasi yang diberikan kepada penyidik menyebut Anderson berada di dalam Cadillac yang mendekati mobil Tupac.

Namun, Anderson tidak pernah didakwa atas pembunuhan Tupac. Ia meninggal dunia dalam penembakan terkait konflik geng di Compton pada 1998, dua tahun setelah kematian Tupac.

Karena itu, keterlibatan Anderson sebagai penembak tidak pernah dibuktikan melalui persidangan.

Sementara itu, Davis yang kini menjadi terdakwa juga tidak dituduh sebagai orang yang menarik pelatuk. Jaksa menilai Davis berperan dalam merencanakan dan memfasilitasi aksi tersebut.

Davis Akhirnya Dihadapkan ke Pengadilan

Kasus pembunuhan Tupac selama bertahun-tahun tidak memiliki tersangka yang diadili. Perkembangan baru muncul setelah Davis memberikan sejumlah pernyataan mengenai kasus tersebut dan menerbitkan memoar Compton Street Legend pada 2019.

Dalam buku tersebut, Davis menceritakan sejumlah detail mengenai peristiwa sebelum penembakan. Keterangan tersebut kemudian menjadi bagian dari bukti yang digunakan jaksa dalam perkara terhadapnya.

Davis ditangkap pada 2023 dan didakwa melakukan pembunuhan dengan senjata mematikan. Ia mengaku tidak bersalah.

Persidangan kini dijadwalkan memasuki tahap pernyataan pembuka pada Senin (17/8/2026). Jaksa dan pihak pembela akan menyampaikan argumen awal di hadapan juri yang telah dipilih.

Rivalitas Geng di Balik Kasus Tupac

Selain persoalan pribadi antara Tupac dan Anderson, kasus ini juga tidak dapat dilepaskan dari rivalitas geng di kawasan Los Angeles.

Tupac dan Suge Knight memiliki hubungan dengan kelompok Mob Piru yang berafiliasi dengan Bloods. Sementara Anderson dan Davis merupakan bagian dari South Side Compton Crips.

Perseteruan kedua kelompok tersebut telah berlangsung jauh sebelum penembakan Tupac. Konflik kemudian semakin mendapat sorotan karena beririsan dengan persaingan industri musik antara Death Row Records dan Bad Boy Records.

Pada akhirnya, insiden perampasan kalung, perkelahian di MGM Grand, dan aksi balasan beberapa jam kemudian menjadi rangkaian peristiwa yang mengantarkan kasus Tupac pada salah satu misteri kriminal paling terkenal dalam sejarah musik. Kini, hampir 30 tahun setelah penembakan itu terjadi, pengadilan akan menentukan apakah Davis dapat dibuktikan bertanggung jawab secara hukum atas kematian sang rapper.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
hip-hop Tupac Shakur 2Pac Duane Davis