Album “Cemen” yang Mengubah Skena Musik Hip-hop: 808s & Heartbreak

Raya Amartya • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 22:00 WIB
Kanye West 808s & Heartbreak (Rolling Stone)
Kanye West 808s & Heartbreak (Rolling Stone)

 

MALANG. RADAR MALANG - Apa yang kalian bayangkan ketika mendengar kata Rap dan hip-hop? Maskulin, garang, kekayaan, dan kekerasan. Di tengah era ketika hip-hop sedang lekat dengan citra maskulin, garang, dan penuh gemerlap kekayaan, Kanye West justru datang dengan album yang penuh kesedihan. Kanye West pada tahun 2008 melahirkan album ke-4 nya yaitu 808s & Heartbreak. Pada 18 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 24 November 2008, lahir lah sebuah album yang cukup “cemen” pada tahun itu dan melawan arus tren maskulin di skena hip-hop. Tetapi album yang dianggap cemen ini memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pengubahan budaya tren pada skena hip-hop dan RnB hingga saat ini.

Berawal mula setelah rilisnya album fenomenalnya yang berjudul Graduation pemenang Best Rap Album di Grammy tahun 2008. Kanye mengalami naik turunnya kehidupan, mulai dari meninggalnya Ibunda Kanye West, Donda West, akibat komplikasi operasi kosmetik, hingga putus hubungan dengan tunangannya, Alexis Phifer, yang sudah berhubungan sejak 2002. Dan di waktu yang bersamaan, Kanye sedang mengalami masa sulit beradaptasi dengan ketenarannya: merasa kesepian di masa kejayaannya, kerap dijadikan bahan kritik dari media, dan keinginannya untuk kembali merasakan hal “normal” menjadi inspirasi sebagai pembuatan album 808s & Heartbreak. 

Baca Juga: Teatrikal, Sabrina Carpenter Tampil Memukau di Grammy Awards Pertamanya 

Hari ini, rapper yang bernyanyi tentang kesepian, kecemasan, patah hati, bahkan kesehatan mental bukan lagi sesuatu yang mengejutkan. Namun, 18 tahun lalu, situasinya berbeda. 808s & Heartbreak datang ketika kerentanan emosional masih dianggap sebagai sesuatu yang tidak lazim dalam hip-hop. Hip-hop bukanlah ranah untuk menceritakan hal-hal yang dulu dianggap “cemen.” Kritik bertebaran di media-media, mereka menganggap terlalu banyak autotune yang digunakan sehingga suaranya seperti robot, meninggalkan format lama Rap hip-hop, katanya “Terlalu banyak nyanyian daripada Rap-nya”, dan alunan musiknya terlalu simple untuk sebuah album bergenre hip-hop. Kanye mengubah skena hip-hop dengan memberanikan dirinya untuk mengeluarkan gundah gulana yang ia alami dan menjelajahi gaya baru produksi musik hip-hop.

Jejak 808s kemudian dapat ditemukan pada generasi musisi setelahnya dari Drake, Kid Cudi, Travis Scott, Future, hingga Juice WRLD yang menjadikan nyanyian, autotune, dan kerentanan emosional sebagai bagian penting dari musik mereka. Jika album 808s & Heartbreak adalah harta, maka musisi-musisi yang lahir akibat pengaruh dari albumnya adalah ahli waris dari kejeniusan sang Rapper, Kanye West.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : the miscellany news, treblezine.com, mtv uk, Wikipedia, The Guardian
musik