Gen Z Mulai Bosan dengan Smartphone, Single Function Device Jadi Alternatif Gaya Hidup

Kunti Kusumastuti • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:30 WIB
Contoh beberapa single function device yang mulai digemari Gen Z. (Unsplash/GusztavoZambelli)
Contoh beberapa single function device yang mulai digemari Gen Z. (Unsplash/GustavoZambelli)

MALANG, RADAR MALANG – Belakangan ini, marak fenomena Gen Z mulai menggunakan perangkat lawas, entah untuk hiburan, ataupun alternatif gaya hidup.

Fenomena tersebut ditandai dengan banyaknya orang yang memotret menggunakan digicam, merekam dengan handycam, bahkan mendengarkan musik menggunakan iPod dan walkman.

Baca Juga: Perangkat Audio Jadul Kembali Digandrungi, Anak Muda Berburu Walkman hingga Discman

Uniknya, barang-barang tersebut justru diminati oleh Gen Z yang lahir ketika teknologi sudah canggih dan berkembang.

Kembalinya berbagai perangkat lawas tidak hanya berkaitan dengan nostalgia. Di tengah perkembangan smartphone yang menawarkan banyak fitur, sebagian anak muda justru mulai mencari perangkat yang memiliki fungsi sederhana.

Konsep tersebut dapat dilihat melalui penggunaan single function device, yakni perangkat yang hanya memiliki fungsi tertentu. Misalnya saja digicam yang hanya berfungsi untuk memotret dan merekam.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Gen Z Kembali Menggemari Kamera Saku Jadul

Salah satu alasan yang mendasarinya adalah keinginan untuk mengurangi distraksi. Notifikasi hingga kebiasaan scrolling di media sosial membuat smartphone tidak hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga hiburan yang digunakan sepanjang hari.

Dikutip dari buku Digital Minimalism: Choosing a Focused Life in a Noisy World karya Cal Newport, “simply put, humans are not wired to be constantly wired,” yang artinya adalah “pada dasarnya, manusia tidak dirancang untuk terus-menerus terhubung.”

Teknologi memang sangat memudahkan hidup, namun adakalanya manusia tidak membutuhkan yang namanya konektivitas tanpa batas.

“Digital minimalism definitively does not reject the innovations of the internet age, but instead rejects the way so many people currently engage with these tools," tambah Cal dalam bukunya.

Baca Juga: Pasar Barang Bekas dan Vintage di Malang: Surga Pecinta Barang Jadul dan Thrifting  

Cal pun menjelaskan bahwa solusi yang tepat bukanlah dengan menolak ataupun hidup tanpa teknologi, melainkan mendapatkan kembali kendali atas bagaimana kita menggunakan teknologi.

Oleh karena itu, single function device menjadi hal yang sangat menarik bukan hanya karena vintage atau retro, tetapi karena perangkat yang ‘terbatas’ justru bisa memberikan ‘batasan’.

Mungkin itulah yang menjadi alasan Gen Z ataupun generasi lainnya untuk tetap menggunakan single function device di era ini.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dari berbagai sumber
digital minimalism single function device retro vintage Gen Z