MALANG, RADAR MALANG – Studio animasi Ufotable memastikan film Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – Infinity Castle Part 2 tidak akan rilis pada 2026, melainkan mundur ke tahun 2027. Kepastian ini terungkap dalam video promosi resmi terbaru studio tersebut yang membahas "proyek masa depan" mereka.
Film pertama trilogi Infinity Castle telah tayang perdana di Jepang pada 18 Juli 2025, disusul penayangan di Indonesia pada 15 Agustus 2025. Film garapan sutradara Haruo Sotozaki ini mengadaptasi manga karya Koyoharu Gotouge, mengisahkan perjalanan Tanjiro Kamado dan Korps Pembasmi Iblis menembus labirin antar dimensi Kastil Iblis Muzan yang koridornya terus berubah-ubah.
Presiden dan CEO Crunchyroll, Rahul Purini, mengonfirmasi Infinity Castle Part 2 saat ini "secara aktif dalam produksi", meski Ufotable belum mengumumkan tanggal rilis resmi. Berdasarkan laporan The Guardian yang mewawancarai eksekutif Crunchyroll, Mitchel Berger, Part 2 diproyeksikan tayang pada 2027, sementara Part 3 sebagai penutup trilogi baru menyusul pada 2029.
Proyeksi ini didasarkan pada pola produksi Ufotable yang dikenal membutuhkan waktu panjang demi menjaga kualitas animasi. Film pertama Infinity Castle memakan waktu produksi sekitar 3,5 tahun, dimulai bersamaan dengan penayangan musim ketiga serial Demon Slayer pada 2023. Dengan pola tersebut, sejumlah media hiburan internasional, termasuk GameRant dan Forbes, menilai rilis pada 2026 memang tidak realistis sejak awal.
Infinity Castle Part 1 sendiri mencatatkan pencapaian komersial luar biasa, meraup pendapatan kotor sebesar 778,9 juta dolar AS dari penjualan tiket di seluruh dunia hingga 20 Februari 2026. Pencapaian ini menjadikannya rilis domestik terlaris kedua sepanjang masa di Jepang, hanya kalah dari Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Movie: Mugen Train.
Part 2 nantinya diperkirakan akan menampilkan pertarungan ikonik antara sejumlah karakter Hashira melawan iblis kuat Kokushibo dan Douma, dengan tokoh Gyomei Himejima diproyeksikan mengambil peran sentral sebagai Hashira terkuat dalam rangkaian pertempuran tersebut.
Selain trilogi Demon Slayer, Ufotable turut mengerjakan sejumlah proyek animasi besar lain, termasuk Witch on the Holy Night yang diadaptasi dari novel visual Type Moon, serta pengembangan serial anime adaptasi dari video game populer Genshin Impact.
Editor : Aditya NovrianSumber : Dikutip dari berbagai sumber