Ini Amalan yang Dapat Dilakukan saat Maulid Nabi Muhammad SAW

Muchammad Nasrulloh Assidiqi • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:00 WIB
Ilustrasi berdoa (Pinterest)
Ilustrasi berdoa (Pinterest)

Malang, Radar Malang – Hari ini merupakan hari yang spesial bagi Umat Islam di seluruh dunia. Tepat hari ini merupakan tanggal 12 Rabiul Awal yang merupakan hari lahir Nabi Muhammad SAW, Sang Pembawa Risalah.

Momen ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk mengenang perjalanan kisah hidup Rasullullah SAW semata. Melainkan, kelahiran Nabi Muhammad SAW ini dapat dijadikan momentum pendorong untuk melaksanakan ajarannya dalam bentuk mengerjakan amal saleh.

Lantas, amalan napa saja yang dapat dikerjakan untuk mengisi momentum Nabi Muhammad SAW? Berikut penjelasannya dari laman MUI!

Baca Juga: Menengok Ragam Perayaan Maulid Nabi di Jawa, Bali, Sumatera, Sulawesi, dan NTB

1 . Memperbanyak Sholawat 

Amalan sederhana pertama yang dapat dilakukan adalah membaca sholawat. Perintah untuk bersholawat datang dari Allah SWT dalam Al-Quran QS. Al-Ahzab:56.

Selain merupakan perintah dari Allah SWT, keutamaan dari membaca sholawat juga akan didapatkan bagi seseorang yang melakukannya. Riwayat hadis menyebutkan, setiap sekali sholawat yang dibacakan, Allah SWT akan membalasnya dengan sepuluh sholawat, dihapuskan sepuluh kesalahan dan diangkat sepuluh derajatnya. 

Baca Juga: Semarak Maulid Nabi, Ini 4 Tradisi Unik dari Berbagai Daerah di Indonesia

2.  Melakukan Puasa

Amalan kedua yaitu melakukan puasa. Diketahui dari Hadis Riwayat Muslim, Rasulullah SAW memiliki satu hal rutin yang untuk dikerjakan yaitu puasa pada hari senin, hari di mana beliau lahir, diutus, dan menerima wahyu.

Lebih lanjut, Imam Ibn Rajab Al-Hambali menafsirkan hadis tersebut dalam kitabnya sebagai anjuran untuk melakukan puasa Ketika kita mengenang Rahmat Allah SWT.

Dengan demikian, dengan melakukan puasa kita kembali mengenang nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepada kita yaitu menjadi pengikut agama Islam melalui perantara Nabi Muhammad SAW. 

Baca Juga: Libur Maulid Nabi 2026 Tanggal 25 Agustus, Ini Bedanya dengan Cuti Bersama

3. Memperingati Maulid Nabi

Terakhir yaitu memperingati Maulid  Nabi Muhammad SAW. Sebagian ulama menyebutkan merayakan Maulid Nabi diperbolehkan dan dihukumi sebagai bidah hasanah. Salah satu ulama yang memperbolehkan dan memasukan kegiatan tersebut sebagai Bid’ah Hasanah adalah Syekh  Jalaluddin as-Suyuthi.

Selain itu, menurut Syekh Jalaluddin as-Suyuthi, karena adanya aspek pengagunggan terhadap Nabi dan ekspresi rasa syukur terhadap kelahiran Nabi Muhammad, terdapat ganjaran pahala bagi seseorang yang melakukan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Baca Juga: Pererat Silaturahmi dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Cabdindik Kabupaten Malang

 

 

 

 

 

Editor : Aditya Novrian
Sumber : MUI, MUI (Majelis Ulama Indonesia)
12 rabiul awal maulid nabi Ibadah amalan