Ngaji Jumat Surat Al Ghasyiyah, Ayat 17 Turun karena Kaum Sesat Heran atas Gambaran Surga 

Tauhid Wijaya • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 04:55 WIB
Ilustrasi Alquran yang tengah dibaca. (Freepik)
Ilustrasi Alquran yang tengah dibaca. (Freepik)

RADAR MALANG - Surat Al Ghasyiyah (الغاشية) merupakan surat ke-88 dalam Al Qur’an. Surat ini terdiri atas 26 ayat dan tergolong surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Surat ini berada di juz 30. 

Secara bahasa, Al Ghasyiyah berarti “peristiwa yang meliputi” atau “hari yang dahsyat”. Ini merujuk kepada peristiwa Hari Kiamat yang kedahsyatannya meliputi seluruh manusia. 

Seperti disebut dalam Tafsir Ibnu Katsir ketika menjelaskan ayat pertama surat ini: “Hal ataaka hadiitsul ghasyiyah”. Ia menyebutnya sebagai berita tentang Al Ghasyiyah, yaitu salah satu nama Hari Kiamat. Ini mengutip pendapat Ibnu Abbas, Qatadah, dan Ibnu Zaid bahwa disebut Al Ghasyiyah karena Hari Kiamat meliputi atau menyelimuti manusia dengan kedahsyatannya

Berbeda dengan beberapa surat lain yang memiliki kisah khusus sebagai latar turunnya, tidak terdapat riwayat sahih yang secara tegas menjelaskan satu peristiwa tertentu sebagai sebab turunnya seluruh Surat Al Ghasyiyah. 

Baca Juga: Ngaji Jumat Ihya Ulumuddin: Nabi Tidak Habiskan Semalam Suntuk untuk Shalat

Beberapa sumber tafsir menyatakan bahwa surat ini merupakan bagian dari dakwah periode Makkah yang menegaskan kepastian Hari Kebangkitan dan Hari Pembalasan. 

Tentang asbabun nuzul atau sebab turunnya, riwayat yang tersedia adalah riwayat dari Qatadah yang dikutip Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim. Itu pun tidak keseluruhan ayat. Melainkan hanya ayat ke-17. 

Seperti dikutip Imam Jalaluddin As Suyuthi dalam Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul, dalam hadis itu Qatadah berkata, “Ketika Allah menggambarkan kenikmatan surga, orang-orang yang sesat merasa heran terhadap gambaran tersebut. Kemudian Allah menurunkan ayat 17 surat Al Ghasyiyah: “Afalaa yandhuruuna ilal ibili kaifa khuliqat (Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan?).” 

Riwayat di atas menunjukkan konteks turunnya ayat 17 sebagai ajakan untuk memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah dalam ciptaan-Nya. 

Baca Juga: Ngaji Jumat: Shalat Sunat Sambil Duduk di Atas Kursi Kendaraan Boleh, Bagaimana kalau Shalat Wajib?

Ada pula hadis sahih dari An-Nu'man bin Basyir dalam Shahih Muslim yang menyebutkan bahwa Nabi SAW biasa membaca Surat Al A'la dan Al Ghasyiyah dalam salat Jumat serta salat Id. Cuma, ini bukan hadis yang menjelaskan tentang asbabun nuzul surat tersebut. Melainkan, hadis yang menunjukkan bahwa Surat Al Ghasyiyah memiliki kedudukan penting dalam bacaan salat Nabi. 

 

Kandungan surat ini dapat dirangkum dalam beberapa pokok utama:

1) Surat ini menggambarkan keadaan manusia pada Hari Kiamat, khususnya orang-orang yang mendapat azab neraka dan orang-orang beriman yang memperoleh kenikmatan surga. 

2) Surat ini mengajak manusia merenungkan ciptaan Allah seperti unta, langit, gunung, dan bumi sebagai bukti kekuasaan-Nya. 

3) Nabi Muhammad SAW diperintahkan untuk memberikan peringatan, bukan memaksa manusia agar beriman. 

4) Surat ini menegaskan bahwa semua manusia akan kembali kepada Allah dan mempertanggungjawabkan amalnya.

Baca Juga: Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Ayat 27 Surat Al Fajr Dilatarbelakangi Gugurnya Paman Nabi

Jadi, pesan utama Surat Al Ghasyiyah adalah mengingatkan manusia tentang kepastian akhirat, mendorong keimanan melalui perenungan terhadap ciptaan Allah, serta menanamkan kesadaran bahwa setiap amal akan mendapatkan balasan yang adil. Wallahu A’lam.

 

 

Editor : Aditya Novrian
asbabun nuzul imam as suyuthi al ghasyiyah