MALANG KOTA – Adaptasi terbaru The Odyssey ke layar lebar turut membuat kisah mitos klasik menarik untuk disimak kembali. Tak hanya mitologi Yunani, sejumlah penulis juga menghadirkan cerita dari berbagai legenda dengan perspektif yang lebih segar, dilansir dari People.com.
Circe - Madeline Miller
Buku ini mengambil kisah dari mitologi Yunani dan menghadirkannya melalui sudut pandang Circe, seorang penyihir sekaligus dewi yang dikenal dalam epos Homeros.
Miller memberikan perspektif baru terhadap karakter Circe dengan mengeksplorasi kehidupan dan perjalanannya sebagai sosok yang berada di antara dunia para dewa dan manusia. Pendekatan tersebut membuat kisah klasik ini terasa personal, terlebih memberikan ruang yang lebih besar terhadap karakter perempuan.
Baca Juga: Bagaimana Circe di The Odyssey Menjadi Simbol Perlawanan Perempuan yang Berbeda dari Versi Homer?
Rottenheart - Kat Dunn
Buku ini menawarkan retelling Hamlet dengan pertukaran gender pada karakter-karakternya. Cerita berpusat pada Odette dan Cecelia, setelah sang Ibu, Lydia, meninggal dunia.
Kehidupan keduanya berubah ketika Claudine, kakak Lydia, menjadi ibu tiri Odette dan Cecelia. Namun, kehadiran Claudine bukanlah satu-satunya yang mengusik kehidupan mereka. Sebuah sosok misterius mulai muncul dalam rumah tersebut dan membawa suasana mencekam.
Kaikeyi - Vaishnavi Patel
Terinspirasi dari sosok Kaikeyi dalam epos Ramayana, buku ini menghadirkan kembali sosok sang ratu melalui perspektif yang berbeda. Kaikeyi yang selama ini dianggap sebagai sosok antagonis, diangkat menjadi tokoh utama dalam perjalanan yang lebih kompleks.
Cerita dimulai dari masa muda Kaikeyi sebagai putri tunggal Raja Ashvapati, kemudian pembaca diajak mengikuti kehidupannya sebagai seorang ibu dan ratu yang harus berjuang menghadapi berbagai konflik dan pilihan sulit.
Scions - Josephine Angelini
Buku ini merupakan prekuel dari seri Stracrossed, yang mengisahkan para pahlawan Perang Troya yang terlahir kembali di zaman modern.
Dalam Scions, Angelini berfokus pada Daphne dan Ajax, sepasang kekasih yang saling mencintai di tengah perang yang seolah-olah tidak akan berakhir. Kisah keduanya menjadi bagian dari konflik dan percintaan yang telah berlangsung dari satu kehidupan ke kehidupan berikutnya.
Baca Juga: Alasan The Odyssey Terasa Dekat dengan Anak Rantau dan Makna Nostos di Baliknya
Daughter of the Moon Goddess - Sue Lynn Tan
Terinspirasi dari legenda Chang’e, dewi bulan dalam mitologi Tiongkok, buku ini menghadirkan kembali kisah tersebut dengan menjadikan Xingyin, putrinya, sebagai tokoh utama.
Cerita mengikuti perjalanan Xingyin yang terpaksa meninggalkan rumah ketika keberadaannya mulai terancam. Ia kemudian memulai petualangan besar untuk menyelamatkan ibunya, sekaligus berlatih di wilayah musuh yang penuh dengan bahaya.
Baca Juga: Bagaimana The Odyssey Bergeser dari Puisi Homer Menjadi Pola Cerita Naratif dalam Film?
Sumber : people.com