Saat Stres Berujung Checkout, Waspadai Fenomena Doom Spending

Siti Aisyah • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 00:00 WIB
Sebagian orang memilih untuk berbelanja saat sedang mengalami stres. Sumber: unsplash.com
Sebagian orang memilih untuk berbelanja saat sedang mengalami stres. Sumber: unsplash.com

Malang, Radar Malang — Ketika sedang mengalami stres, sebagian orang memilih membuka platform e-commerce dan berbelanja sebagai bentuk self-healing. Membeli barang baru memang dapat memberikan rasa senang sesaat, tetapi kebiasaan tersebut dapat berkembang menjadi doom spending apabila dilakukan secara impulsif untuk meredakan tekanan emosional.

Doom spending merupakan kebiasaan mengeluarkan uang secara spontan sebagai respons terhadap tekanan emosional, seperti rasa cemas, lelah secara mental, atau ketidakpastian yang sedang dirasakan. Dalam kondisi tersebut, aktivitas belanja digunakan sebagai pelampiasan untuk mendapatkan ketenangan atau kepuasan sementara.

Baca Juga: Dari Musik hingga Belanja, Shopee 9.9 Hadirkan Kampanye Bersama Naykilla dan Tenxi

Tanpa disadari, barang yang dibeli sering kali bukan merupakan kebutuhan utama. Jika dilakukan berulang, kebiasaan ini dapat menyebabkan pengeluaran tidak terkontrol dan mengganggu kondisi keuangan. Di sisi lain, masalah yang menjadi sumber stres juga belum tentu terselesaikan setelah melakukan pembelian.

Fenomena ini berbeda dengan self-reward yang biasanya dilakukan setelah seseorang mencapai target atau menyelesaikan suatu pekerjaan. Self-reward umumnya telah direncanakan dan memiliki batas pengeluaran tertentu sehingga lebih mudah dikontrol.

Dalam doom spending, diskon dan promosi juga dapat menjadi pemicu. Tawaran potongan harga, gratis ongkos kirim, hingga promo dengan waktu terbatas dapat membuat seseorang merasa harus segera membeli barang sebelum kesempatan tersebut berakhir. Akibatnya, keputusan membeli lebih didasarkan pada dorongan sesaat daripada kebutuhan.

Baca Juga: BRI Hadirkan Promo Spesial Diskon hingga 35 Persen untuk Sambut Hari Pelanggan Nasional

Salah satu tanda doom spending adalah munculnya penyesalan setelah melakukan pembelian. Seseorang mungkin menyadari bahwa barang yang dibeli sebenarnya tidak diperlukan atau pengeluaran tersebut melebihi anggaran yang telah ditetapkan.

Untuk menghindarinya, memberikan jeda sebelum melakukan checkout dapat menjadi langkah sederhana. Barang yang diinginkan dapat dimasukkan terlebih dahulu ke keranjang dan dipertimbangkan kembali setelah beberapa waktu. Selain itu, membuat batas anggaran belanja dan mencari aktivitas lain untuk mengelola stres dapat membantu mencegah pembelian impulsif.

Dengan begitu, belanja tetap dapat menjadi bentuk hiburan tanpa berubah menjadi kebiasaan yang digunakan untuk melarikan diri dari tekanan emosional.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : bfi.co.id, Detik.com, tirto.id, kompas.tv
doom spending keuangan impulsif Stres Belanja