MALANG KOTA – Lagu Yesterday menjadi salah satu karya paling ikonik milik The Beatles. Namun, di balik kesederhanaan lagu tersebut, ternyata terdapat proses kreatif yang cukup panjang. Paul McCartney bahkan sempat meragukan melodinya hingga memperdebatkan penggunaan string quartet bersama produser George Martin.
Dilansir dari PEOPLE, kisah tersebut kembali terungkap melalui buku George Martin: The Scores, yang berisi kumpulan partitur tulisan tangan asli George Martin. Buku tersebut memperlihatkan proses kreatif di balik sejumlah lagu The Beatles, termasuk Yesterday.
Baca Juga: Paul McCartney Menyuarakan Kekhawatiran Perubahan Kebijakan Hak Cipta AI bagi Seniman
Berawal dari Sebuah Mimpi
Yesterday bermula ketika McCartney terbangun dengan sebuah melodi yang muncul dalam mimpinya. Melodi tersebut terasa begitu utuh hingga ia justru khawatir telah tanpa sadar mengambilnya dari lagu yang sudah ada.
Selama berbulan-bulan, McCartney memainkan melodi itu kepada teman-temannya untuk memastikan tidak ada lagu lain yang memiliki melodi serupa. Setelah yakin, ia mulai mengembangkan lirik yang pada awalnya masih berupa kata-kata sementara.
Baca Juga: Green Day Kembali ke Indonesia pada Pekan Festival Hammersonic 2025 yang Hadirkan Band Punk Rock Lokal hingga Mancanegara
Penggunaan Instrumen Gesek
Ketika akhirnya direkam pada 1965, Yesterday hanya menampilkan vokal McCartney dan gitar akustik. Anggota The Beatles lainnya kesulitan menemukan tambahan instrumen yang dapat memperkuat lagu tanpa menghilangkan kesan intimnya.
George Martin kemudian mengusulkan penggunaan instrumen gesek. McCartney sempat menolak karena khawatir aransemen tersebut membuat lagu terdengar terlalu sentimental dan tidak sesuai identitas The Beatles sebagai grup rock and roll.
Namun, Martin meyakinkan McCartney untuk mencoba aransemen tersebut. Keduanya kemudian menyusun bagian string yang terdiri dari dua biola, viola, dan cello.
Keputusan tersebut akhirnya menjadi titik penting dalam sejarah musik The Beatles. Yesterday tidak hanya memperluas warna musik grup tersebut, tetapi juga menjadi salah satu lagu yang paling banyak direkam ulang dengan lebih dari 2.200 versi cover.
Bagi Martin, eksperimen tersebut menunjukkan bahwa The Beatles tidak takut keluar dari pakem musik yang mereka kenal.
Baca Juga: God Bless, Band Rock 1970-an Merilis Kembali Album ”Anthology” dalam Bentuk Vinyl
Sumber : Rolling Stone, People