MALANG KOTA – Joheirry Mola Dominguez–perwakilan dari Republik Dominika–resmi dinobatkan sebagai Miss World 2026 di Vietnam pada malam final yang berlangsung pada Sabtu, (5/9/26).
Wanita berusia 24 tahun asal Santo Domingo tersebut adalah seorang pendidik, koresponden berita, model profesional, bahkan aktivis yang juga mendirikan “Voices of Tomorrow”, sebuah inisiasi yang berfokus pada perluasan akses pendidikan bahasa Inggris bagi anak-anak dan remaja dari masyarakat rentan.
Baca Juga: Dari Penyintas Tumor ke Panggung Dunia: Opal Suchata Taklukkan Miss World 2025
Latar Belakang Joheirry Mola
Joheirry Mola merupakan wanita berumur 24 tahun asal Santo Domingo yang berhasil meraih gelar Miss World 2026 untuk tanah airnya, yaitu Republik Dominika.
Sebelum melaju ke ajang internasional, Mola lebih dulu mewakili Distrito Nacional dan dinobatkan sebagai Miss World Dominican Republic pada 2025.
Selain berkecimpung dalam dunia kecantikan, Mola juga memiliki latar pendidikan di bidang bisnis dengan gelar Business Management and Administration dari Universidad Iberoamericana (UNIBE).
Tidak hanya seorang model, ia juga dikenal sebagai pendidik, jurnalis, komunikator, dan penggerak komunitas. Karirnya tersebut membuat Joheirry Mola memiliki pengalaman yang cukup beragam sebelum akhirnya menjuarai Miss World 2026.
Baca Juga: Kontestan Walkout di Ajang Miss Universe 2025, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Dari Guru, Model, hingga Jurnalis
Dalam dunia pendidikan, Mola mengajar Literature and Social Studies dengan pengantar Bahasa Inggris. Ia mendorong kemampuan berpikir kritis terhadap anak-anak didiknya. Di saat yang sama, ia juga menjalani aktivitasnya sebagai seorang model dan komunikator.
Sedangkan dalam bidang jurnalistik, Mola bekerja sebagai koresponden berita untuk program Univision New York, Ventanna a Quisqueya. Ia berfokus pada isu sosial, budaya Republik Dominika, hingga kehidupan komunitas. Bahkan, ia pernah menjadi reporter untuk telethon UNICEF pada Mei 2026 serta meliput langsung Premios Soberano pada Maret 2026.
Baca Juga: Miss Grand Tourism Indonesia 2025 Kenakan Batik Garudeya Malang di Ajang Internasional
Mendirikan “Voices of Tomorrow”
Sebuah inisiatif ini berfokus untuk memperluas akses pendidikan bahasa Inggris bagi anak-anak dan remaja dari masyarakat rentan.
Tujuannya tidak hanya memberikan pelajaran, tetapi juga membantu generasi muda untuk mendapatkan kepercayaan diri, peluang untuk masa depan, dan hak yang setara terhadap pendidikan,.
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari berbagai sumber