Malang, Radar Malang — Pada awalnya, istilah visual weight berasal dari dunia fotografi dan komposisi. Dalam fotografi, elemen dengan visual weight tinggi biasanya berwarna gelap, berukuran besar, atau memiliki kontras yang kuat.
Sementara itu, visual weight rendah merujuk pada elemen yang terlihat lebih lembut, terang, atau minim kontras sehingga tidak terlalu dominan dalam sebuah frame.
Istilah tersebut kemudian diadaptasi ke dalam dunia beauty untuk menggambarkan karakteristik fitur wajah. Dengan mengetahui visual weight wajah, seseorang dapat menyesuaikan gaya makeup agar fitur wajah terlihat lebih seimbang dan menonjol secara natural.
Low Visual Weight
Low visual weight biasanya dimiliki oleh seseorang dengan fitur wajah yang lembut, kecil, dan cenderung subtle. Wajah secara keseluruhan terlihat harmonis sehingga tidak ada satu fitur yang langsung menjadi pusat perhatian.
Fitur seperti mata, hidung, dan bibir umumnya berukuran lebih kecil dan tidak terlalu mendominasi wajah. Jika fitur wajah terlihat menyatu secara alami dan tidak ada bagian yang sangat menonjol, kemungkinan seseorang memiliki low visual weight.
Untuk makeup, pilih tampilan yang ringan dan bertujuan menonjolkan fitur wajah, bukan menutupinya. Concealer dapat diaplikasikan tipis hanya pada area yang ingin disamarkan. Sementara itu, blush berwarna coral atau soft pink dapat diaplikasikan pada bagian atas pipi untuk memberikan kesan wajah yang lebih segar dan terangkat.
Baca Juga: Tren “Get Ready With Me” di Media Sosial, Makeup Kini Jadi Bagian dari Konten
High Visual Weight
Berbeda dengan low visual weight, high visual weight biasanya ditandai dengan fitur wajah yang lebih tegas dan mencolok. Beberapa cirinya antara lain tulang pipi yang tinggi, hidung yang lebih menonjol, atau mata berukuran besar yang langsung menarik perhatian.
Jika fitur wajah terlihat lebih besar, tegas, atau menjadi bagian yang paling menonjol sejak pandangan pertama, kemungkinan seseorang memiliki high visual weight.
Untuk makeup, pemilik high visual weight dapat menggunakan riasan yang lebih berdimensi, seperti contour, bronzer, highlighter, dan blush. Riasan yang lebih intens pun tetap dapat terlihat seimbang karena karakter fitur wajah mampu mendukung tampilan makeup yang lebih tegas.
Editor : Aditya NovrianSumber : idntimes.com, lifestyle.kompas.com, beautynesia.id, cosmopolitan.co.id