RADAR MALANG - Islam itu mudah. Salah satu contoh tentang mudahnya berislam adalah perilaku yang ditunjukkan sendiri oleh Nabi Muhammad SAW. Di antaranya tentang salat. Rasulullah melarang salat dalam keadaan menahan buang air kecil atau besar. Lebih baik mengeluarkan hajat (kecil/besar)-nya lebih dulu baru kemudian melaksanakan salat.
Selain mengganggu kekhusyukan saat salat, kita bisa mengetahui hikmahnya secara kesehatan jika tetap nekat menahan buang air kecil maupun besar selama salat. Mulai dari risiko kembung, nyeri perut dan tidak nyaman, hingga risiko infeksi saluran kemih jika sering dilakukan.
Jadi, jika sedang kebelet pipis atau buang air besar ketika adzan berkumandang, tidak perlu terburu-buru hanya untuk mengejar waktu awal salat. Lebih disarankan untuk menuntaskan dulu hajat buang air besar maupun kecilnya. Sebab, Rasulullah sendiri melarang salatnya orang yang menahan rasa kebeletnya itu.
Demikianlah yang disampaikan oleh Imam Al Ghazali dalam karyanya, Ihya Ulumuddin, sebagaimana diringkas menjadi Mauidhatul Mu’minin min Ihya’ Ulumiddin oleh Syekh Muhammad Jamaluddin Al Qasimi Ad Dimasyqi.
Baca Juga: Ngaji Jumat Surat Al Ghasyiyah, Ayat 17 Turun karena Kaum Sesat Heran atas Gambaran Surga
Disebutkan pula di sana bahwa Rasulullah juga melarang salatnya orang yang sedang lapar. Ada hadis yang menjadi dasar tentang hal ini, sebagaimana diriwayatkan Bukhari dan Muslim berikut:
Idzaa hadlaral ‘asyaa-u wa uqiimatish shalaatu fabda-uu bil ‘asyaa
(Apabila hidangan malam telah datang/disediakan dan salat telah dikumandangkan iqamahnya maka mulailah dengan makan malam dulu).
Dijelaskan dalam ringkasan kitab Ihya Ulumuddin tersebut, pengertian lapar itu dapat disamakan dengan orang yang memiliki keperluan sangat penting. Jadi, menurut Imam Al Ghazali, yang lapar hendaknya makan dulu dan yang berkeperluan sangat penting hendaknya menyelesaikannya dulu.
Secara verbal, Nabi Muhammad SAW juga sering menyebutkan tentang kemudahan dalam berislam. Salah satunya seperti dalam hadis berikut:
إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ
Innad-diina yusrun (Sesungguhnya agama itu mudah). Kemudian beliau SAW bersabda bahwa siapa yang memberat-beratkan dirinya dalam agama, ia akan dikalahkan oleh amal tersebut. (HR Bukhari)
Ada pula yang cukup terkenal seperti diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Sabda Nabi SAW:
يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا، وَبَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا
Yassiruu walaa tu’assiruu, wa basysyiruu walaa tunaffiruu (Mudahkanlah dan jangan mempersulit; berilah kabar gembira dan jangan membuat orang lari).
Baca Juga: Ngaji Jumat Ihya Ulumuddin: Nabi Tidak Habiskan Semalam Suntuk untuk Shalat
Menurut Aisyah ra, Nabi sendiri dalam hal ibadah lebih memilih yang mudah sepanjang itu tidak berdosa. “Tidaklah Rasulullah SAW diberi pilihan antara dua perkara kecuali beliau memilih yang lebih mudah di antara keduanya, selama itu bukan dosa.” (HR Bukhari dan Muslim). Wallaahu a’lam bish shawab.
Editor : Aditya Novrian