Ngaji Jumat: Ini Dalil-Dalil Kemudahan Berislam, tapi Bukan Berarti Bisa Seenaknya

Tauhid Wijaya • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 10:12 WIB
Ilustrasi Orang Beribadah Islam (Google)
Ilustrasi Orang Beribadah Islam (Google)

RADAR MALANG - Islam itu mudah dan tidak ingin menyulitkan umatnya. Banyak dalil yang menyebutkan tentang hal itu. Baik dalam Al Qur’an maupun Hadis Nabi. Misalnya, Surat Al Baqarah ayat 125 berikut: 

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

Yuriidullaahu yakumul yusra walaa yuriidu bikumul ‘usra (Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu).

Ayat ini berbicara dalam konteks puasa Ramadan. Orang yang sakit atau sedang safar diberi keringanan untuk tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain.

Baca Juga: Ngaji Jumat: Shalat Sunat Sambil Duduk di Atas Kursi Kendaraan Boleh, Bagaimana kalau Shalat Wajib?

Atau surat Al Baqarah ayat 286 berikut:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Laa yukallifullahu nafsan illaa wus’ahaa (Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya).

Ini menunjukkan bahwa syariat Allah mempertimbangkan kemampuan manusia.

Kemudian surat Al Hajj ayat 78:

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

Wamaa ja’ala ‘alaikum fid-diini min haraj (Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan).

Sedangkan hadis Nabi SAW, ada beberapa yang patut disimak. Salah satunya seperti berikut:

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ
Innad-diina yusrun (Sesungguhnya agama itu mudah). Kemudian beliau SAW bersabda bahwa siapa yang memberat-beratkan dirinya dalam agama, ia akan dikalahkan oleh amal tersebut. Demikian yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Ada pula yang cukup terkenal seperti diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Sabda Nabi SAW:

يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا، وَبَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا
Yassiruu walaa tu’assiruu, wa basysyiruu walaa tunaffiruu (Mudahkanlah dan jangan mempersulit; berilah kabar gembira dan jangan membuat orang lari).

Meski “Islam itu mudah” bukan berarti umatnya boleh seenaknya dalam bersyari’at. Atau, semua aturan boleh ditinggalkan. Yang dimaksud mudah adalah dalam menjalankan syariat disesuaikan dengan kemampuan manusia.

Baca Juga: Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Ayat 27 Surat Al Fajr Dilatarbelakangi Gugurnya Paman Nabi

Definisi mudah lainnya adalah ketika ada kondisi tertentu yang membuat suatu ibadah menjadi berat, Allah menyediakan rukhsah (keringanan). Seperti qashar dan jamak salat bagi musafir, tayamum ketika tidak bisa menggunakan air, duduk ketika tidak mampu berdiri untuk salat, atau boleh meng-qadla puasa Ramadan ketika sedang sakit atau sedang dalam perjalanan.

Dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa menurut Aisyah ra, Nabi sendiri dalam hal ibadah lebih memilih yang mudah sepanjang itu tidak berdosa. “Tidaklah Rasulullah SAW diberi pilihan antara dua perkara kecuali beliau memilih yang lebih mudah di antara keduanya, selama itu bukan dosa.”

Ada kaidah fikih yang sangat terkenal:

المَشَقَّةُ تَجْلِبُ التَّيْسِيرَ

Al masyaqqatu tajlibut taisiir (Kesulitan memunculkan kemudahan). Namun, kaidah ini bukan berarti setiap kali merasa berat kita boleh mengambil keringanan. Rukhsah harus memiliki alasan yang diakui syariat.

Jika disimpulkan, pengertian bahwa Islam itu mudah adalah sebagai berikut:

1)        Syariat Allah sesuai dengan kemampuan manusia.

2)        Ada keringanan ketika terdapat uzur/halangan yang dibenarkan syariat.

3)        Allah tidak memerintahkan sesuatu yang mustahil dilakukan.

4)        Kesulitan yang muncul dari ibadah bukan alasan untuk meninggalkan ibadah, tetapi dalam kondisi tertentu tata caranya dapat diberikan keringanan.

5)        Kita tidak boleh membuat agama menjadi lebih berat daripada yang Allah dan Rasul-Nya tetapkan. (*)

 

Editor : Aditya Novrian
ngaji jumat dalil islam