Malang, Radar Malang — Tarot merupakan satu set kartu bergambar yang terdiri atas 78 kartu, masing-masing dengan simbol dan makna tertentu. Kartu tarot umumnya digunakan sebagai media untuk membantu seseorang memahami keadaan, situasi, hingga arah hidupnya.
Di sisi lain, masih banyak masyarakat yang menganggap tarot berkaitan dengan hal-hal mistis, jin, atau kekuatan supernatural. Padahal, dalam praktiknya, tarot juga dapat digunakan sebagai media refleksi untuk membantu seseorang memahami pikiran, perasaan, dan kondisi bawah sadarnya.
Sebelum memahami tarot lebih jauh, berikut lima mitos yang masih banyak dipercaya dan penjelasan di baliknya.
Baca Juga: The Devil hingga Five of Swords: 5 Kartu Tarot yang Punya Makna Kurang Baik dalam Hubungan
Mitos 1: Tarot Bisa Meramal Masa Depan
Salah satu kesalahpahaman yang paling umum tentang tarot adalah anggapan bahwa kartu ini dapat meramal masa depan secara pasti.
Padahal, tarot tidak secara mutlak menentukan apa yang akan terjadi di masa depan. Pembacaan tarot lebih banyak digunakan untuk memahami pola, potensi, dan situasi yang sedang dihadapi seseorang.
Dengan demikian, tarot lebih tepat dipandang sebagai media refleksi untuk membantu seseorang mengambil keputusan dan menjalani masa depan dengan lebih sadar.
Mitos 2: Harus Punya Indra Keenam untuk Membaca Tarot
Mitos lainnya adalah anggapan bahwa seseorang harus memiliki kemampuan spiritual atau indra keenam untuk dapat membaca tarot. Padahal, pembacaan tarot pada dasarnya melibatkan pemahaman terhadap simbol, konteks, dan intuisi.
Setiap orang memiliki intuisi, meskipun tingkat kepekaannya dapat berbeda. Kemampuan tersebut juga dapat diasah melalui pengalaman dan latihan.
Tarot menjadi salah satu media yang dapat digunakan untuk mengembangkan intuisi secara lebih terarah.
Baca Juga: Saat Tarot Jadi Penentu Pilihan, Kapan Hiburan Berubah Jadi Ketergantungan?
Seiring berjalannya waktu, seseorang dapat memahami bahwa membaca tarot tidak selalu berkaitan dengan kemampuan gaib, tetapi juga dengan kemampuan untuk mendengarkan dan memahami diri sendiri secara lebih mendalam.
Mitos 3: Tarot Tidak Boleh Dipegang Orang Lain
Ada pula kepercayaan bahwa kartu tarot akan kehilangan energi atau auranya jika disentuh oleh orang lain. Namun, tidak ada aturan mutlak mengenai siapa yang boleh atau tidak boleh memegang kartu tarot.
Sebagian orang mungkin memilih untuk menjaga kartu agar hanya digunakan oleh dirinya sendiri, sementara yang lain tidak mempermasalahkan jika kartunya disentuh orang lain.
Karena itu, hal yang lebih penting dalam pembacaan tarot adalah niat, fokus, dan cara seseorang memaknai kartu yang muncul selama sesi pembacaan.
Mitos 4: Kartu Terbalik Selalu Berarti Negatif
Kartu tarot yang muncul dalam posisi terbalik (reversed) juga kerap dianggap selalu memiliki makna buruk. Padahal, dalam interpretasi tarot modern, posisi terbalik tidak selalu berarti negatif.
Kartu dalam posisi terbalik dapat merujuk pada energi yang melemah atau tertunda, sesuatu yang perlu diperhatikan, maupun kondisi yang masih tertahan dan perlu dilepaskan.
Dengan demikian, makna kartu terbalik sangat bergantung pada konteks pembacaan, bukan semata-mata pertanda buruk.
Mitos 5: Tidak Boleh Membaca Tarot untuk Diri Sendiri
Sebagian orang menganggap membaca tarot untuk diri sendiri akan menghasilkan pembacaan yang bias atau tidak akurat. Padahal, membaca tarot untuk diri sendiri justru dapat menjadi bagian dari proses belajar dan memahami makna setiap kartu.
Baca Juga: Tarot di Kalangan Gen Z: Sekadar Hiburan atau Cara Mencari Jawaban?
Pada akhirnya, kesadaran diri dan kemampuan melihat situasi secara objektif menjadi hal yang penting dalam pembacaan tarot. Tidak ada keharusan bahwa tarot harus selalu dibacakan oleh orang lain agar memiliki makna.
Editor : Aditya NovrianSumber : rumahtarot.com, juliantarot.com, Kumparan.com