MALANG KOTA – Film sering kali dianggap sebagai hiburan untuk mengisi waktu luang. Namun, ada beberapa film yang justru mengajak penonton melihat persoalan sosial dari sudut pandang yang berbeda. Berikut lima film yang bisa menjadi pilihan.
Baca Juga: Produser Parasite, Barunson E&A, Telah Klaim Hak untuk Remake Film Agak Laen dan Tinggal Meninggal
Parasite
Film Korea Selatan garapan Bong Joon Ho ini mengangkat kehidupan dua keluarga dari kelas sosial berbeda. Di balik ceritanya yang penuh kejutan, Parasite menyajikan gambaran tentang kesenjangan ekonomi, kelas sosial, dan privilege.
Shoplifters
Shoplifters karya Hirokazu Kore-eda mengikuti sebuah keluarga yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan bertahan dengan melakukan pencurian kecil. Namun, persoalan utama film ini bukan sekadar kemiskinan. Shoplifters mempertanyakan arti keluarga dan hubungan antarmanusia.
12 Angry Men
Film klasik tahun 1957 ini mungkin terlihat sederhana karena sebagian besar ceritanya berlangsung di satu ruangan. Ketika hampir seluruh juri sudah yakin dengan satu kesimpulan, seorang juri memilih mempertanyakan kembali bukti yang ada. Dari sini, penonton dapat melihat pentingnya tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena mayoritas memiliki pendapat yang sama.
Baca Juga: 20 Film Adaptasi Novel yang Wajib Ditonton Pada 2026, dari Narnia hingga The Odyssey
The Platform
Film Spanyol ini menggunakan konsep penjara vertikal untuk menggambarkan persoalan distribusi sumber daya dan kesenjangan sosial. Makanan diberikan kepada penghuni dari lantai paling atas dan terus turun ke bawah. Semakin jauh makanan bergerak, semakin sedikit yang tersisa. Konsep tersebut kemudian berkembang menjadi pertanyaan mengenai keserakahan, solidaritas, serta bagaimana sistem dapat memengaruhi perilaku manusia.
The Act of Killing
Dokumenter karya Joshua Oppenheimer ini menghadirkan perspektif berbeda mengenai sejarah kekerasan politik di Indonesia. Film tersebut mengikuti sejumlah pelaku pembunuhan massal 1965–1966 yang diminta menceritakan kembali pengalaman mereka.
Kelima film tersebut menawarkan cerita dengan persoalan yang berbeda, tetapi memiliki satu kesamaan: semuanya mengajak penonton untuk tidak hanya melihat apa yang terjadi di layar, tetapi juga mempertanyakan mengapa hal tersebut terjadi dan bagaimana posisi kita ketika melihatnya.
Baca Juga: Insidious: Out of the Further Jadi Film Terlaris Kedua di Box Office Filipina, Lampaui The Odyssey
Sumber : Diolah dari berbagai sumber