Laut Bercerita hingga Ibuku, 4 Film Indonesia yang Tampil di BIFF 2026

Kunti Kusumastuti • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 22:30 WIB
Busan International Film Festival (BIFF) yang akan berlangsung dari tanggal 6 hingga 15 Oktober 2026.
Busan International Film Festival (BIFF) yang akan berlangsung dari tanggal 6 hingga 15 Oktober 2026.


MALANG KOTA –
Busan International Film Festival (BIFF) 2026 menjadi salah satu panggung internasional bagi sineas Indonesia. Sejumlah film karya Indonesia terpilih untuk diputar dalam festival film yang digelar di Busan, Korea Selatan tersebut.

Berikut empat film Indonesia yang masuk dalam sejumlah program BIFF 2026, yakni Ibuku, Laut Bercerita, Empat Musim Pertiwi, dan αLPα.

Baca Juga: Laut Bercerita Segera Tayang, Ini yang Perlu Diketahui Sebelum Menonton Filmnya

Ibuku

Film Ibuku menjadi salah satu perwakilan Indonesia dalam program Kompetisi Utama BIFF 2026. Disutradarai Eddie Cahyono, film ini dibintangi Christine Hakim sebagai Sumiati.

Cerita berpusat pada perjuangan Sumiati untuk menemui putrinya, Sri, yang sedang menjalani hukuman di penjara Arab Saudi setelah dituduh membunuh majikannya dan dijatuhi hukuman mati.

Laut Bercerita

Berikutnya ada Laut Bercerita karya sutradara Yosep Anggi Noen yang juga masuk program Kompetisi Utama.

Film ini diadaptasi dari novel karya Leila S. Chudori dan mengikuti kisah Biru Laut, seorang mahasiswa yang terlibat dalam aktivitas perjuangan bersama kelompoknya. Cerita kemudian berkembang ketika Laut dan sejumlah rekannya menghilang.

Laut Bercerita dibintangi Reza Rahadian sebagai Biru Laut dan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026.

Baca Juga: 4 Film Indonesia Lolos Ke Busan International Film Festival 2021

Empat Musim Pertiwi

Film garapan Kamila Andini ini masuk program A Window on Asian Cinema. Empat Musim Pertiwi mengisahkan Pertiwi, perempuan yang kembali ke kampung halaman setelah menjalani hukuman penjara selama 20 tahun.

Kisahnya kemudian berfokus pada perjalanan Pertiwi menghadapi masa lalu dan lingkungan yang telah berubah selama dirinya berada di penjara.

αLPα

Sementara itu, αLPα merupakan film pendek karya Dhiwangkara Seta yang masuk program Wide Angle Asian Short Film Competition.

Film berdurasi 19 menit ini menceritakan Banyu, seorang vokalis punk yang dikirim ke pusat rehabilitasi moral. Di tempat tersebut, ia berusaha melawan sistem yang membatasi kebebasannya.

Keempat film tersebut menjadi bagian dari kehadiran sinema Indonesia dalam BIFF 2026. Selain film-film tersebut, Indonesia juga terlibat dalam produksi bersama sejumlah film internasional yang turut diputar dalam festival tahun ini, yakni 9 Temples to Heaven dan The Fox King.

Baca Juga: "Empat Musim Pertiwi" Karya Kamila Andini Gelar World Premiere di Toronto International Film Festival 2026

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
film 2026 BIFF 2026 Busan International Film Festival layar lebar film bioskop