RADAR MALANG- Surat Al A’la (الأعلى) merupakan surah ke-87 dalam Al Qur’an. Terdiri atas 19 ayat dan termasuk surah Makkiyah. Nama Al-A‘la berarti “Yang Maha Tinggi”, diambil dari ayat pertama, “Sabbihisma rabbikal-a‘la” yang berarti “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi.”
Tidak ada riwayat yang sahih yang menjelaskan asbabun nuzul alias latar belakang peristiwa yang menyebabkan turunnya surat Al A’la secara keseluruhan. Karena itu, konteks turunnya lebih tepat dipahami sebagai bagian dari dakwah periode awal Makkah, yaitu menegaskan tauhid, kebesaran Allah, kenabian, wahyu, serta kepastian kehidupan akhirat.
Sumber yang tersedia hanya menyebutkan riwayat terkait turunnya ayat ke-6 dan ke-7, yaitu:
6) Sanuqri'uka fa lâ tansâ yang artinya "Kami akan membacakan (Al-Qur'an) kepadamu (Nabi Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa."
7) Illâ mâ syâ'allâh, innahû ya'lamul-jahra wa mâ yakhfâ yang artinya "Kecuali jika Allah menghendaki. Sungguh, Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi."
Riwayat yang berkaitan dengan ayat 6-7 menjelaskan bahwa Allah menjamin Nabi Muhammad SAW dapat menerima dan mengingat Al Qur’an. Nabi tidak perlu tergesa-gesa mengikuti bacaan Jibril karena Allah akan menjaganya. Penjelasan ini ditemukan dalam Tafsir ath-Thabari melalui riwayat Mujahid dan dalam Tafsir Ibnu Katsir yang mengutip penjelasan dari Qatadah.
Baca Juga: Ngaji Jumat: Ini Dalil-Dalil Kemudahan Berislam, tapi Bukan Berarti Bisa Seenaknya
Imam Jalaluddin As Suyuthi dalam Lubabun Nuqul fii Asbabin Nuzul mengutip hadis riwayat Thabrani yang menjelaskan latar belakang turunnya ayat ke-6. Sumbernya adalah riwayat dari Ibnu Abbas yang mengatakan, “Apabila Jibril datang membawa wahyu kepada Nabi Muhammad SAW, beliau mengulang kembali wahyu itu sebelum Jibril selesai menyampaikannya (membacakannya), karena takut lupa lagi. Lalu, Allah menurunkan ayat 6 surat Al A’la.”
Adapun hadis sahih yang menunjukkan kedudukan Surah Al A‘la dalam praktik Nabi diriwayatkan oleh Nu‘man bin Basyir. Dalam Shahih Muslim nomor 878 disebutkan bahwa Rasulullah SAW membaca “Sabbihisma rabbikal-a‘la” dan Surah Al Ghasyiyah dalam salat Jumat dan dua hari raya. Riwayat serupa terdapat dalam Sunan Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan an-Nasa’i.
Berikut isi lengkap surat Al A’la:
1) سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَىۙ
Sabbiḥisma rabbikal-a'lâ
Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi,
2) الَّذِيْ خَلَقَ فَسَوّٰىۖ
Allażī khalaqafa sawwâ
yang menciptakan, lalu menyempurnakan (penciptaan-Nya),
3) وَالَّذِيْ قَدَّرَ فَهَدٰىۖ
Wal-ażī qaddara fa hadâ
dan yang menentukan kadar (masing-masing) lalu memberi petunjuk,
4) وَالَّذِيْٓ اَخْرَجَ الْمَرْعٰىۖ
Wal-ażī akhrajal-mar'â
dan yang menumbuhkan rumput-rumputan,
Baca Juga: Ngaji Jumat Ihya Ulumuddin: Mau Salat tapi Lapar? Ya Makan Dulu
5) فَجَعَلَهُ غُثَاءً اَحْوٰىۖ
Fa ja'alahu guṡā'an aḥwâ
lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman.
6) سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسٰىٓۖ
Sanuqri'uka falâ tansâ
Kami akan membacakan (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa,
7) اِلَّا مَا شَآءَ اللَّهُ ۗ اِنَّهُ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفَىۖ
Illâ mâ syâ'allâh, innahu ya'lamul-jahra wa mâ yakhfâ
kecuali jika Allah menghendaki. Sungguh Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.
8) وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرٰىۖ
Wa nuyassiruka lil-yusrâ
Dan Kami akan memudahkan bagimu jalan kemudahan (dalam agama Islam),
9) فَذَكِّرْ اِنْ نَّفَعَتِ الذِّكْرٰىۖ
Fa żakkir in nafa'atiż-żikrâ
oleh karena itu, berikanlah peringatan jika peringatan itu bermanfaat,
10) سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَّخْشٰىۖ
Sayażżakkaru may yakhsyâ
orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,
11) وَيَتَجَنَّبُهَا الْاَشْقَىۖ
Wa yatajannabuhal-asyqâ
dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya,
12) الَّذِيْ يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَىۚ
Allażī yaṣlan-nâral-kubrâ
(yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka),
13) ثُمَّ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰىۗ
Ṡumma lâ yamūtu fīhâ wa lâ yaḥyâ
kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.
14) قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰىۙ
Qad aflaḥa man tazakkâ
Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman),
15) وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىۗ
Wa żakarasma rabbihī fa ṣallâ
dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia salat.
Baca Juga: Ngaji Jumat Surat Al Ghasyiyah, Ayat 17 Turun karena Kaum Sesat Heran atas Gambaran Surga
16) بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَوٰةَ الدُّنْيَاۖ
Bal tu'ṡirūnal-ḥayātad-dunyâ
Tetapi kamu (manusia) mengutamakan kehidupan duniawi,
17) وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ
Wal-âkhiratu khairuw wa abqâ
padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.
18) اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلَىۺ
Inna hâża lafiṣ-ṣuḥufil-ūlâ
Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,
19) صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسَى
Ṣuḥufi ibrāhīma wa mūsâ
(yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.