MALANG KOTA – Nama rapper Macklemore kembali menjadi sorotan setelah dirinya dikeluarkan dari rangkaian tur Ed Sheeran menyusul pernyataan pro-Palestina yang disampaikannya di atas panggung. Namun, sikap Macklemore mengenai Palestina sebenarnya bukan hal baru.
Baca Juga: Usai Polemik Macklemore, Ed Sheeran Komitmen Donasikan US$2 Juta untuk Bantuan Kemanusiaan
Pada 2024, ia merilis lagu berjudul Hind’s Hall yang secara terbuka menyuarakan dukungan terhadap Palestina sekaligus mengkritik kebijakan Amerika Serikat terkait perang di Gaza.
Lagu tersebut kembali ramai dibicarakan setelah Macklemore membawakannya dalam penampilannya bersama tur Ed Sheeran di MetLife Stadium pada September 2026.
Terinspirasi dari Hind Rajab dan Aksi di Columbia University
Judul Hind’s Hall merujuk pada nama yang diberikan mahasiswa pengunjuk rasa kepada Hamilton Hall di Columbia University pada April 2024. Gedung tersebut diduduki mahasiswa dalam aksi protes yang menuntut universitas melakukan transparansi terkait investasi yang berhubungan dengan Israel.
Nama Hind’s Hall juga digunakan untuk mengenang Hind Rajab, seorang anak Palestina berusia lima tahun yang tewas di Gaza pada Januari 2024. Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu simbol dalam aksi mahasiswa yang berlangsung di sejumlah kampus Amerika Serikat.
Macklemore kemudian membawa nama tersebut ke dalam lagunya yang dirilis secara independen pada Mei 2024. Dalam wawancara dengan Democracy Now!, ia menjelaskan bahwa kisah Hind Rajab sangat memengaruhinya. Ia mengatakan suara dalam rekaman panggilan darurat Hind membuatnya membayangkan putrinya sendiri.
Baca Juga: Kedubes Palestina Ikut Rayakan HUT ke-81 RI di Jakarta, Bentuk Apresiasi untuk Indonesia
Kritik terhadap Kebijakan Amerika Serikat
Secara keseluruhan, Hind’s Hall merupakan lagu protes yang berisi kritik Macklemore terhadap dukungan politik dan finansial Amerika Serikat kepada Israel serta seruannya agar masyarakat memperhatikan kondisi warga Palestina.
Salah satu bagian lagu mempertanyakan mengapa mahasiswa yang melakukan aksi untuk menuntut perdamaian justru dianggap sebagai ancaman. Macklemore kemudian mengarahkan kritiknya pada kebijakan Amerika Serikat yang menurutnya berada di balik dukungan terhadap perang di Gaza.
Lagu ini juga menyebut nama Joe Biden secara langsung. Macklemore mempertanyakan posisi pemerintah Amerika Serikat dan menyatakan bahwa dirinya tidak akan memilih Biden dalam pemilihan presiden 2024.
Baca Juga: Siapa Abu Janda? Viral Pernyataannya soal Israel dan Palestina Tuai Polemik hingga Diusir oleh Aiman
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari berbagai sumber