Komunitas Penggemar F1 Tak Hanya Didominasi Laki-Laki, Kini Mahasiswi Juga Banyak Gabung

Khansa Kamila • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 15:13 WIB
Anggota Efwan Chapter Indonesia Malang foto bersama setelah melakukan nonton bareng beberapa waktu lalu.
Anggota Efwan Chapter Indonesia Malang foto bersama setelah melakukan nonton bareng beberapa waktu lalu.

MALANG – Dulu penggemar kompetisi F1 kerap didominasi oleh laki-laki. Namun kini tren tersebut nampak mengalami perubahan yang tak disangka. Syifa Ranupani adalah salah satu bukti perubahan tren tersebut.

Syifa merupakan anggota Efwan Chapter Indonesia, komunitas penggemar F1 yang berdomisili di Malang dan Surabaya sejak 2024. Ia bergabung bukan untuk mencari identitas sebagai fans perempuan. Sederhana saja, Syifa hanya tak ingin ketinggalan informasi nonton bareng F1 di Malang.

Namun, dari grup percakapan dan agenda nobar itulah ia menemukan ruang baru. Formula 1 yang sebelumnya dinikmati lewat layar kini bisa dibicarakan bersama orang lain. 

Baca Juga: Dari Balapan Elit ke Fenomena Anak Muda, Apa yang Berubah dari F1?

Setiap race menjadi alasan anggota komunitas berkumpul. ”Hampir tiap race mereka adain nobar, tiketnya berbayar kalau nggak salah Rp50 ribu, tapi nanti ditukar minuman atau makanan gitu buat di kafe. Kalau merchandise kadang ada undian,” ujar Syifa.

Di tengah dominasi laki-la ki, perempuan mulai semakin terlihat. Syifa merasakan sendiri perubahan tersebut dari jumlah anggota komunitas yang terus bertambah.

”Pasti ada peningkatan jumlah perempuannya, dilihat dari anggotanya makin banyak dan bertambah. Fans cewek di F1 itu makin naik setiap tahun,” katanya.

Fenomena itu tidak muncul begitu saja. Media sosial menjadi salah satu pintu masuk. Video pendek, konten edukasi, influencer, hingga berbagai pembahasan tentang F1 membuat olahraga yang rumit itu terasa lebih dekat bagi penonton baru.

“Menurutku itu pasti dipengaruhi banget sama media sosial. Karena aku pun belajar awal-awalnya pasti dari medsos,” ujar Syifa.

Tetapi, semakin banyak perempuan masuk, semakin sering pula muncul anggapan bahwa mereka menyukai F1 hanya karena pembalapnya ganteng. Perdebatan semacam itu lebih banyak ia temui di ruang digital.

Baca Juga: Komunitas Lari Mulai Diminati Warga Malang, Jadi Tren Baru Gaya Hidup Sehat

Situasinya berbeda ketika berada di komunitas. Syifa merasa perempuan dan laki-laki punya ruang yang sama untuk menikmati balapan. ”Mereka (anggota komunitas) lebih open-minded, untuk siapa aja gitu, nggak terfokus oh, ini untuk cowok,” katanya.

Ketika satu perempuan bisa begitu serius mengikuti race, semakin banyak perempuan lain mulai menemukan teman untuk melakukan hal yang sama. Tetapi, ruang itu belum tentu tersedia di semua olahraga. Di sepak bola, misalnya, pengalaman perempuan bisa jauh lebih sunyi.  

 

 

Editor : Aditya Novrian
Komunitas F1 Komunitas Efwan komunitas malang f1 Kota Malang