MALANG - Dalam Bahasa Indonesia, istilah ini bermakna jijik. Arek Malang biasa menyebutnya dengan istilah jembrek. Kata itu menggambarkan suatu hal atau tempat yang kotor.
Jembrek diketahui memiliki dua makna. Selain menggambarkan tempat yang kotor, jembrek juga bisa digu nakan untuk menggambarkan kondisi tanah yang basah atau berlumpur. Atau dalam Bahasa Indo nesia adalah becek.
”Jembrek yang saya keta hui adalah kondisi tanah yang becek dan berlumpur. Padanan katanya dalam Bahasa Jawa adalah jemek,” jelas Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati.
Belum diketahui pasti asal usul istilah jembrek. Konon, ada yang menyebutkan bahwa jembrek sudah diucapkan Raja Hayam Wuruk saat mengunjungi daerah Puger, di Jember.
Baca Juga: Lingua Franca: Kopitan
Saat itu rombongan kerajaan lewat dalam keadaan basah dan raja sempat mengatakan kata jembrek. Setelah itu warga di wilayah itu mengikuti apa yang di ucapkan raja. Sehingga lama kelamaan masyarakat di sana mengubah dari Jember.
Editor : Aditya Novrian