“A Day in My Life” Versi Realistis, Saat Rutinitas Biasa Justru Jadi Konten

Siti Aisyah • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 20:00 WIB
Muncul konten A Day in My Life yang menampilkan rutinitas sederhana dan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sumber: Pinterest
Muncul konten A Day in My Life yang menampilkan rutinitas sederhana dan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sumber: Pinterest

Malang, Radar Malang — Konten A Day in My Life merupakan konten yang menampilkan rutinitas seseorang dalam menjalani kesehariannya, mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur. Biasanya, kreator menampilkan berbagai aktivitas yang dilakukan dalam satu hari, seperti pergi kuliah, bekerja, berolahraga, hingga menghabiskan waktu bersama teman.

Namun, belakangan ini muncul konten A Day in My Life yang menampilkan rutinitas sederhana dan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Alih-alih memperlihatkan aktivitas yang padat dan terencana, beberapa kreator justru menunjukkan kegiatan seperti bangun tidur dengan kamar yang masih berantakan, menghabiskan waktu di rumah, membereskan rumah, hingga mencuci pakaian.

Format tersebut kerap dikemas dengan konsep realistic day in my life. Kreator tidak lagi berfokus pada kesan sempurna, tetapi menunjukkan bagaimana keseharian mereka sebenarnya berlangsung. Bahkan, hari yang hanya diisi dengan pekerjaan rumah, bersantai, atau menjalani rutinitas biasa dapat diubah menjadi sebuah konten.

Meski aktivitas yang ditampilkan sederhana, cara penyajiannya membuat konten tetap menarik untuk ditonton. Kreator dapat menggunakan voice-over untuk menceritakan kegiatan atau pengalaman yang terjadi sepanjang hari. 

Pemilihan lagu, pengambilan gambar, transisi, hingga proses editing juga dapat membuat aktivitas sederhana terasa lebih hidup.

Misalnya, kegiatan seperti membuat sarapan atau membereskan kamar dapat dikemas dengan pengambilan gambar yang menarik dan musik yang sesuai. 

Voice-over juga dapat memberikan konteks sehingga penonton tidak hanya melihat aktivitas, tetapi turut mengikuti cerita di baliknya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa konten A Day in My Life tidak harus menampilkan kehidupan yang sempurna untuk menarik perhatian.

Rutinitas sederhana pun dapat menjadi sebuah cerita ketika dikemas dengan visual, suara, dan gaya penyampaian yang menarik.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : jatimnetwork.com, Kumparan.com
a day in my life TikTok Konten Kreator