MALANG KOTA, RADAR MALANG - Pernah melihat video seseorang berbicara atau melakukan sesuatu yang tampak nyata, tetapi ada bagian yang terasa janggal? Di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), video dapat diubah dengan menyesuaikan wajah, suara, atau gerakan seseorang. Konten seperti ini dikenal sebagai deepfake.
Video seperti ini bisa terlihat meyakinkan karena AI mampu meniru berbagai detail pada wajah dan suara seseorang. Karena itu, membedakan video asli dan hasil AI tidak selalu mudah hanya dengan melihat sekilas.
Baca Juga: Waspadai Penipuan Online via WhatsApp, Ini Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan
Meski begitu, ada beberapa bagian yang bisa diperhatikan ketika menemukan video yang terasa janggal. Beberapa bagian yang bisa diperhatikan antara lain:
-
Gerakan bibir dan suara
Perhatikan apakah gerakan bibir terlihat sesuai dengan suara yang terdengar. -
Ekspresi dan gerakan wajah
Ekspresi yang terlihat kaku atau perubahan bentuk wajah ketika bergerak dapat menjadi salah satu hal yang perlu dicermati. -
Mata dan kedipan
Gerakan mata atau kedipan yang terlihat tidak wajar juga bisa menjadi salah satu tanda yang perlu dicermati. -
Detail wajah dan benda di sekitar
Rambut, kulit, telinga, aksesori, hingga objek dalam video terkadang terlihat berubah atau tidak wajar ketika bergerak. -
Pencahayaan dan bayangan
Perhatikan apakah pencahayaan pada wajah terlihat sesuai dengan kondisi lingkungan di sekitarnya.
Namun, kejanggalan tersebut tidak bisa menjadi bukti tunggal bahwa sebuah video merupakan deepfake. Kualitas rekaman, proses kompresi, maupun penyuntingan biasa juga dapat membuat detail dalam video terlihat berbeda. Karena itu, video perlu dilihat secara keseluruhan sebelum mengambil kesimpulan.
Baca Juga: Ramai di Media Sosial, Tren Foto 80-an Ini Dibuat dengan AI
Ketika menemukan video yang terasa janggal atau memuat informasi yang mengejutkan, sebaiknya jangan terburu-buru membagikannya. Periksa akun yang pertama mengunggah, lihat konteks dan waktu videonya, kemudian bandingkan dengan informasi dari sumber lain yang terpercaya.
Dengan begitu, pengguna media sosial tidak hanya mengandalkan tampilan video, tetapi juga lebih teliti dalam memastikan informasi sebelum mempercayai atau membagikannya.
Editor : Aditya NovrianSumber : Dikutip dari berbagai sumber