MALANG KOTA, RADAR MALANG - Tidak semua barang yang sedang viral harus masuk keranjang belanja. Di tengah ramainya tren dan rekomendasi produk di media sosial, muncul kebiasaan menggunakan barang yang sudah dimiliki dan membeli sesuai kebutuhan. Kebiasaan ini dikenal sebagai underconsumption core.
Tren ini mengajak orang untuk memanfaatkan barang yang masih dimiliki. Misalnya, memakai pakaian dan tas yang masih layak, menggunakan produk perawatan sampai habis, atau memperbaiki barang yang rusak sebelum membeli yang baru.
Baca Juga: Tips Hemat ala Mahasiswa di Malang, Bikin Dompet Tetap Aman!
Underconsumption core bukan berarti seseorang tidak boleh membeli barang baru. Kebiasaan ini lebih menekankan pada membeli sesuai kebutuhan dan mengurangi pembelian yang berlebihan.
Lalu, mengapa tren ini mulai menarik perhatian anak muda? Salah satu alasannya berkaitan dengan pengeluaran. Meningkatnya biaya hidup membuat sebagian anak muda lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran dan mempertimbangkan kebutuhan sebelum berbelanja.
Baca Juga: In This Economy” Jadi Kalimat Andalan Gen Z Bertahan Hidup, Ini Makna di Baliknya
Selain itu, tren ini berkembang di media sosial, terutama TikTok. Konten yang memperlihatkan penggunaan barang lama, produk yang dihabiskan sampai selesai, hingga barang yang diperbaiki ikut membuat kebiasaan tersebut semakin dikenal.
Menggunakan barang lebih lama juga dapat membantu mengurangi limbah. Kebiasaan sederhana seperti memperbaiki barang atau tidak membeli sesuatu yang belum diperlukan menjadi bagian dari underconsumption core. Kebiasaan ini juga membuat seseorang lebih sadar terhadap barang yang benar-benar dibutuhkan dalam keseharian.
Sumber : Dikutip dari berbagai sumber