Malang, Radar Malang — Tren gaya hidup sehat semakin populer di kalangan anak muda. Perubahan ini terlihat dari cara mereka mengatur pola makan, mulai mengurangi konsumsi gula dan tepung hingga rutin berolahraga.
Gaya hidup sehat saat ini semakin mengarah pada keseimbangan, seperti menjaga pola makan teratur, meningkatkan aktivitas fisik sesuai kemampuan, serta memperhatikan kesehatan mental. Pemahaman tersebut membuat gaya hidup sehat terasa lebih inklusif dan dapat diterapkan oleh siapa pun.
Berdasarkan survei Voice of the Consumer 2026 dari PwC, konsumen di Indonesia semakin memperhatikan aspek kesehatan dan wellness serta menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari. Fokus utamanya adalah upaya menjalani hidup yang lebih sehat dalam jangka panjang.
Tren tersebut terlihat semakin kuat di kalangan konsumen muda. Sebanyak 75 persen anak muda berencana meningkatkan konsumsi produk segar, seperti buah dan sayuran. Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran menuju pola makan yang lebih sehat.
Olahraga Jadi Bagian dari Gaya Hidup
Di tengah kesibukan yang semakin padat dan dinamis, menjaga kebugaran fisik menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan produktivitas dan menjalani aktivitas sehari-hari secara optimal.
Menurut data PwC, generasi muda menjadi salah satu kelompok yang paling aktif dalam perubahan tersebut. Sebanyak 61 persen generasi muda rutin berolahraga, dibandingkan dengan 43 persen konsumen yang lebih tua.
Baca Juga: Tak Perlu Olahraga Berat, Ini 6 Manfaat Jalan Kaki 30 Menit
Tren ini turut membuka peluang bagi berbagai produk dan layanan yang berkaitan dengan kebugaran, nutrisi, serta pemulihan kondisi tubuh.
Banyak anak muda mulai menjadi anggota gym atau mengikuti kelas pilates. Aktivitas olahraga seperti lari dan bersepeda, termasuk olahraga yang dilakukan bersama komunitas, juga semakin diminati. Pengeluaran anak muda untuk keanggotaan gym, kelas kebugaran, atau layanan personal trainer bahkan hampir tiga kali lebih tinggi.
Teknologi Membantu Memantau Kesehatan
Semakin banyak anak muda yang memanfaatkan teknologi untuk memantau kesehatan dan kebugaran mereka. Sebanyak 90 persen anak muda menggunakan aplikasi kesehatan atau perangkat wearable, seperti smartwatch.
Perangkat tersebut menawarkan berbagai fitur yang memungkinkan pengguna memantau kondisi kesehatan, mulai dari detak jantung dan kualitas tidur hingga aktivitas olahraga. Beberapa perangkat juga dilengkapi fitur pengingat konsumsi obat dan fitur yang mendukung pemantauan kesehatan mental.
Gaya Hidup Sehat dan Dampaknya terhadap Produktivitas
Salah satu alasan gaya hidup sehat semakin populer adalah manfaat yang dirasakan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Tubuh yang mendapatkan waktu istirahat cukup dan asupan nutrisi yang baik dapat membantu seseorang tetap fokus dan bertenaga sepanjang hari.
Penerapan gaya hidup sehat juga kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat, seperti waktu kerja yang lebih efisien, tingkat stres yang lebih terkelola, serta kemampuan mengambil keputusan dengan lebih baik.
Baca Juga: Burnout Makin Sering Dialami Anak Muda, Ini Cara Mengatasinya Sebelum Berdampak pada Produktivitas
Selain itu, gaya hidup sehat dapat membantu menjaga kondisi emosi tetap stabil sehingga seseorang dapat menghadapi konflik dan beban pekerjaan dengan lebih tenang.
Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aktivitas dan produktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat mendukung kualitas hidup secara keseluruhan.
Editor : Aditya NovrianSumber : health.detik.com, pwc.com, finetiks.com