Ketika Hidup Terasa Seperti Film, Mengapa “Main Character Energy” Populer di Media Sosial?

Siti Aisyah • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 20:00 WIB
Istilah ini menggambarkan sikap percaya diri seseorang yang merasa memiliki kendali atas kehidupan. Sumber: Pinterest
Istilah ini menggambarkan sikap percaya diri seseorang yang merasa memiliki kendali atas kehidupan. Sumber: Pinterest

Malang, Radar Malang — Istilah main character energy sudah tidak asing di media sosial. Istilah ini menggambarkan sikap percaya diri seseorang yang merasa memiliki kendali atas kehidupan dan berani menjalani hidup sebagai tokoh utama dalam ceritanya sendiri.

Konsep main character energy mendorong seseorang untuk lebih fokus pada kehidupan dan perjalanan dirinya sendiri, alih-alih terus membandingkan diri dengan orang lain.

Meski menggunakan istilah “tokoh utama”, main character energy bukan berarti seseorang harus selalu menjadi pusat perhatian. Konsep ini lebih berkaitan dengan keberanian untuk menjalani hidup sesuai dengan keinginan, nilai, dan tujuan pribadi.

Seseorang yang menerapkan main character energy cenderung memiliki rasa percaya diri, berani mengambil risiko, fokus pada perkembangan diri, serta berusaha menentukan arah hidupnya sendiri.

Mengapa “Main Character Energy” Populer di Media Sosial?

Media sosial membuat banyak orang terbiasa melihat kehidupan orang lain melalui berbagai unggahan. Kondisi tersebut dapat mendorong seseorang untuk membandingkan pencapaian, penampilan, maupun gaya hidupnya dengan orang lain.

Baca Juga: “Bed Rotting” Jadi Tren Istirahat Gen Z, Benarkah Rebahan Seharian Bisa Jadi Bentuk Self-Care?

Di tengah kebiasaan tersebut, main character energy menawarkan sudut pandang yang berbeda. Seseorang diajak untuk menikmati kehidupannya sendiri, menghargai pengalaman pribadi, dan tidak terlalu bergantung pada penilaian orang lain.

Tren ini juga mudah diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Hal sederhana seperti pergi ke kafe sendirian, berjalan-jalan, membaca buku, menonton film, atau menikmati waktu tanpa ditemani orang lain dapat menjadi bagian dari konsep tersebut.

Manfaat “Main Character Energy”

1. Lebih menikmati waktu sendiri

Salah satu bentuk main character energy terlihat dari kebiasaan menikmati waktu seorang diri. Pergi ke kafe, menonton film, atau membaca buku tidak lagi dianggap sebagai aktivitas yang harus dilakukan bersama orang lain.

Bagi sebagian anak muda, menikmati waktu sendiri dapat menjadi kesempatan untuk beristirahat dari rutinitas sekaligus melakukan berbagai hal yang disukai.

2. Tidak selalu mengejar validasi

 

Media sosial sering kali membuat seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain. Konsep main character energy mengajak seseorang untuk melihat pengalaman pribadi dari sudut pandang yang berbeda.

Alih-alih terus mencari pengakuan dari orang lain, seseorang dapat lebih fokus pada hal-hal yang membuat dirinya berkembang dan merasa puas dengan kehidupannya sendiri.

3. Mendorong kepercayaan diri

Main character energy juga dapat dikaitkan dengan keberanian untuk mengambil keputusan dan menjalani pilihan pribadi. Seseorang didorong untuk mengenali keinginan serta tujuannya tanpa terlalu bergantung pada penilaian orang lain.

Pada akhirnya, konsep ini bukan tentang menjadi pusat perhatian, melainkan tentang menyadari bahwa setiap orang memiliki cerita dan perjalanan hidupnya masing-masing.

Editor : Aditya N. Rian
Sumber : idntimes.com, harian.disway.id, rri.co.id
main character energy Gen Z media sosial