Perempuan di Balik Layar Pita Kita 2026, Ada Show Director hingga Tim Kreatif

Kunti Kusumastuti • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 21:47 WIB
Salah satu panitia stage management Konser Pita Kita 2026. (Sumber: Admin)
Salah satu panitia stage management Konser Pita Kita 2026. (Sumber: Admin)

MALANG KOTA – Konser Pita Kita 2026 telah digelar pada Rabu, (30/9/26) di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM). Di balik kesuksesan acara tersebut, ternyata banyak peran perempuan di balik layar.

80 Persen dari Panitia Konser Pita Kita 2026 adalah Perempuan
Konser yang mengusung tema “When Women Take the Stage” dengan line up Naykilla, Niken Salindry, dan Vierratale tersebut juga melibatkan perempuan dalam struktur panitia. 

Bahkan, Selma Kirana, selaku wakil ketua pelaksana, menuturkan bahwa sebanyak 80 persen dari tim panitia adalah perempuan. Mulai dari show director, stage management, floor director, liaison officer, person in charge (PIC), tim kreatif juga banyak diisi oleh perempuan.

“Konser ini sebenarnya lahir karena isu perempuan yang sangat gencar pada tahun ini. Oleh karena itu, kami ingin menghadirkan konser yang sangat ramah untuk perempuan. Bukan untuk merayakan, tapi biar sama-sama jadi perempuan yang berdaya,” ujar Selma.

Struktur kepanitiaan sendiri pada awalnya merupakan hasil dari kontribusi sukarela (volunteer) yang telah disaring. Banyak mahasiswa dari Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Brawijaya (UB), dan sebagainya yang turut serta menjadi panitia Pita Kita 2026.

Bukti Bahwa Dunia Event Juga Ramah untuk Perempuan
Salah satu panitia perempuan yaitu Tiara, berperan sebagai show director di usianya yang masih muda. Ia mengaku bahwa ini adalah kali pertama ia diberi kesempatan untuk menjadi show director dalam sebuah event.

Baginya, tantangan terbesarnya adalah bagaimana caranya agar mengajak satu tim agar sepaham dengan visi misinya di main show.

“Sempat terpikir akan dipandang sebelah mata karena perempuan, bukannya ingin menjelekkan gender, tapi sebagaimana yang kita tahu, ya, biasanya yang mengisi posisi strategis dalam sebuah event itu kan laki-laki, saya juga sering menjumpai show director itu laki-laki.”

Tiara mengaku bahwa stereotip perempuan yang mudah lelah secara fisik dan mental serta kondisi emosional yang terkadang tidak stabil, sempat menjadi tantangan. Terlebih lagi apabila peran perempuan dipandang sebelah mata dalam memegang posisi strategis.

“Tapi saya sangat bangga bisa jadi bagian dari Pita Kita ini dengan banyak perempuan hebat lainnya,” ujar Tiara.

Konser Pita Kita 2026 berhasil menunjukkan bahwa dunia event tidak hanya berada dalam ranah laki-laki, perempuan juga dapat turut andil dan berpartisipasi, terutama dalam mengisi posisi-posisi strategis.

Editor : Aditya N. Rian
Graha Cakrawala UM Konser Pita Kita 2026