KOTA MALANG, RADAR MALANG - Ponsel yang terus berbunyi atau bergetar mungkin sudah menjadi hal biasa dalam keseharian. Mulai dari pesan masuk, media sosial, hingga berbagai pembaruan aplikasi, notifikasi bisa muncul berkali-kali meski tidak semuanya perlu segera dibuka. Karena itu, sebagian orang memilih mematikan notifikasi tertentu agar perhatian tidak terus teralihkan.
Notifikasi yang muncul di tengah aktivitas memang dapat menjadi gangguan. Kementerian Kesehatan RI menyebut notifikasi pada ponsel sebagai salah satu distraksi yang dapat mengalihkan perhatian dan membuat seseorang kehilangan fokus saat belajar, bekerja, maupun beraktivitas.
Baca Juga: Digital Clutter, Benarkah Tumpukan Foto dan File di Ponsel Bisa Bikin Stres?
Tidak semua pemberitahuan di ponsel juga memiliki tingkat kepentingan yang sama. Pesan pribadi atau informasi tertentu mungkin perlu diketahui lebih cepat, sementara notifikasi dari media sosial, permainan, maupun aplikasi lain bisa menunggu untuk dibuka. Kondisi tersebut membuat sebagian pengguna memilih hanya mempertahankan pemberitahuan yang dianggap penting.
Baca Juga: Silent Walking, Tren Jalan Kaki Tanpa Musik dan Distraksi Ponsel
Pilihan untuk mematikan notifikasi juga dapat membantu seseorang mengurangi dorongan untuk terus mengecek ponsel. Kementerian Kesehatan RI menyarankan pengguna mematikan notifikasi agar tidak mudah terdistraksi, sekaligus mencoba menunda waktu untuk mengecek media sosial.
Dengan begitu, ponsel tetap bisa digunakan seperti biasa tanpa harus selalu merespons setiap pemberitahuan yang muncul. Pengguna dapat membuka aplikasi ketika memang ingin mengecek informasi di dalamnya, bukan semata-mata karena ada notifikasi yang masuk.
Editor : Aditya N. RianSumber : Dikutip dari berbagai sumber