Tak Harus Keliling Tempat Wisata, Sleep Tourism Jadi Alternatif Liburan 

Nasya Rizkita Salsabila Putri • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:16 WIB
Ilustrasi Sleep Tourism (Sumber : Pinterest @Saatva)
Ilustrasi Sleep Tourism (Sumber : Pinterest @Saatva)

MALANG, RADAR MALANG - Liburan tak selalu harus diisi dengan mengunjungi banyak tempat atau mencoba berbagai aktivitas. Bagi sebagian orang, meluangkan waktu untuk beristirahat dan mendapatkan tidur yang nyenyak justru menjadi hal yang dicari. Dalam dunia pariwisata, konsep ini dikenal sebagai sleep tourism, yakni perjalanan yang berfokus pada kualitas tidur dan relaksasi.

Konsep ini tidak sekadar menghabiskan waktu lebih lama di tempat tidur. Sejumlah hotel dan resor menawarkan fasilitas untuk menunjang kenyamanan tamu, mulai dari kamar dengan suasana tenang dan pilihan bantal hingga pengaturan pencahayaan serta program relaksasi seperti meditasi dan mindfulness. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung pengalaman tidur yang lebih nyaman. 

Baca Juga: “Bed Rotting” Jadi Tren Istirahat Gen Z, Benarkah Rebahan Seharian Bisa Jadi Bentuk Self-Care?

Selama menginap, wisatawan dapat memanfaatkan waktu untuk beristirahat dan bersantai tanpa harus memenuhi jadwal dengan banyak kegiatan. Dengan begitu, liburan tidak selalu berpusat pada banyaknya tempat yang dikunjungi, tetapi juga bisa memberi ruang untuk menikmati waktu dengan lebih santai.

Kebiasaan yang mendukung kualitas tidur juga bisa diterapkan di rumah. Menjaga jadwal tidur tetap teratur, menciptakan suasana kamar yang nyaman, serta mengurangi penggunaan gawai menjelang tidur merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan sehari-hari. Kementerian Kesehatan juga menganjurkan kebiasaan tersebut untuk membantu menjaga kualitas tidur. 

Baca Juga: Sleepmaxxing, Tren Mengoptimalkan Kualitas Tidur yang Kian Digemari

Liburan tak selalu harus diisi dengan menjelajahi tempat baru. Melalui sleep tourism, waktu libur juga bisa dimanfaatkan untuk beristirahat dan menikmati suasana dengan lebih santai.

Editor : Aditya N. Rian
Sumber : Dikutip dari berbagai sumber
SleepTourism KualitasTidur istirahat