MALANG, RADAR MALANG – Konser Avenged Sevenfold, atau yang kerap disingkat A7X, telah sukses dilaksanakan pada Sabtu, (10/10/26) di Jakarta International Stadium (JIS). Berikut perjalanan karir M. Shadows dkk dalam membentuk grup musik yang membumbung nama mereka.
Pembentukan dan Era Metalcore
Avenged Sevenfold merupakan band heavy metal yang berasal dari Huntington Beach, California, Amerika Serikat. Mereka telah berkecimpung dalam dunia musik sejak 1999.
Grup ini dibentuk oleh M. Shadows (vokal), Zacky Vengeance (gitar), The Rev (drum), dan Matt Wendt (bas). Nama Avenged Sevenfold sendiri diambil dari kisah Kain dan Habel dalam Alkitab.
Avenged Sevenfold juga mengalami perubahan formasi, semenjak Synyster Gates bergabung sebagai gitaris utama, kemudian posisi basis digantikan oleh Johnny Christ.
Album debut mereka yang bertajuk Sounding the Seventh Trumpet dengan bergenre metal membuat nama mereka semakin dikenal secara global melalui hits seperti “Dear God”.
Tragedi Kehilangan The Rev dan Album Nightmare
Avenged Sevenfold menghadapi kesedihan yang mendalam dari meninggalnya The Rev, nama panggilan James Sullivan, yang mengisi posisi drummer sekaligus pendiri band.
Dengan bantuan drummer legendaris Mike Portnoy (Dream Theater), A7X menyelesaikan album mereka yang bertajuk Nightmare sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada The Rev. Album ini langsung memuncaki tangga lagu Billboard 200.
Kesuksesan mereka setelah tragedi tersebut membuktikan ketahanan mental, solidaritas antarpersonel, dan loyalitas basis penggemar mereka yang kerapa disapa Deathbat. Kini, A7X tidak lagi sekadar band populer, melainkan salah satu pilar penting yang menjaga musik metal tetap relevan di era modern.
Editor : Aditya N. RianSumber : Diolah dari berbagai sumber