Berita Terbaru Ekonomi Internasional Kesehatan Kriminal-Kasuistika Lifestyle Malang Raya Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Politik-Pemerintahan Sosok Wisata-Kuliner

Mengenal Tren Digital Detox, Alasan, Manfaat dan Cara Lepas dari Ketergantungan Teknologi

Aditya Novrian • 2025-05-30 22:50:00
Ilustrasi digital detox (pch.freepik)
Ilustrasi digital detox (pch.freepik)

RADAR MALANG - Dunia digital menawarkan akses tak terbatas, tetapi di balik kemudahannya, ada bahaya yang mengintai.

Rata-rata orang mengecek ponselnya hingga 58 kali sehari, sebuah angka yang mencerminkan betapa eratnya manusia dengan layar.

Information overload, stres, hingga burnout digital menjadi efek sampingnya.

Lalu, bagaimana cara keluar dari jebakan ini?

Jawabannya adalah dengan Digital Detox yaitu jeda sejenak dari teknologi demi kesehatan mental dan kesejahteraan hidup yang lebih baik.

 Mengapa Semakin Banyak Orang Melakukan Digital Detox? 

Era digital memberi kemudahan, tetapi juga menghadirkan tekanan hidup yang semakin tinggi.

Studi terbaru menemukan bahwa 50% Milenial dan 48% Gen Z mengalami burnout digital akibat terlalu lama di depan layar.

Generasi lebih tua pun tak luput dari fenomena ini.

Baca Juga: Tips dan Trik Wawancara: Cara Tetap Tenang dan Lolos dengan Percaya Diri

Yang lebih mengkhawatirkan, paparan teknologi berlebihan terbukti mengganggu pola tidur, memicu kecemasan, hingga mengurangi fokus.

Sebuah survei tahun 2024 mengungkap bahwa 1 dari 4 orang dewasa merasa media sosial berdampak buruk pada kondisi psikologis mereka.

Para pekerja di industri kreatif dan teknologi, yang setiap harinya bergantung pada internet, mulai mengkampanyekan pentingnya digital wellbeing dan membatasi penggunaan gawai.

Tren ini berkembang bukan hanya sebagai gaya hidup, tetapi sebagai bentuk perlindungan terhadap kesehatan mental dan keseimbangan hidup.

 Manfaat Digital Detox bagi Psikologis dan Sosial 

Mengurangi stres dan kecemasan, studi eksperimental menemukan bahwa 71% orang merasa lebih tenang setelah mengurangi penggunaan layar.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Pendek Indonesia untuk Hiburan Singkat di Tengah Kesibukan

Meningkatkan fokus dan konsentrasi, bahkan, partisipan yang menjalani detox menunjukkan peningkatan kemampuan kognitif setara orang 10 tahun lebih muda.

Memperbaiki hubungan sosial, tanpa distraksi gadget, interaksi menjadi lebih bermakna, dan banyak orang merasa lebih dekat dengan keluarga maupun teman.

Mengembalikan gaya hidup aktif, waktu yang biasanya dihabiskan untuk scrolling media sosial beralih ke aktivitas fisik, membaca, berolahraga, hingga menikmati alam.

 Bagaimana Melakukan Digital Detox? 

Digital detox bukan berarti harus benar-benar putus hubungan dari teknologi. Banyak orang menerapkan langkah-langkah moderasi seperti:

Menonaktifkan notifikasi agar tidak tergoda membuka ponsel terus-menerus.

Membuat zona bebas layar, misalnya tidak membawa ponsel ke kamar tidur atau menghindari gadget saat makan.

Menetapkan waktu istirahat digital, seperti offline beberapa jam setiap hari atau satu hari penuh di akhir pekan.

Memilih liburan tanpa teknologi, dengan berwisata ke lokasi alam terpencil atau resort yang menawarkan pengalaman unplugged. (sai)

Editor : Aditya Novrian
#Permasalahan #detox digital #digital detox #Gen Z #era digital #kecanduan teknologi