Wakil Ketua Yayasan Kelenteng Eng An Kiong Herman Subianto mengatakan, setelah ibadah tersebut, untuk bulan Januari sudah tidak ada ibadah lagi. Ibadah kembali akan dimulai awal Februari menjelang Tahun Baru Imlek, yakni ibadah pengantaran dewa-dewa.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ibadah Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 12 Februari mendatang sepertinya akan lebih sepi akibat imbas dari pandemi Covid-19. Tidak hanya jumlah umat yang berkurang, namun juga pihak Kelenteng Eng An Kiong dipastikan tidak menggelar berbagai perayaan seperti Barongsai, Leang Leong, serta pertunjukan wayang Potehi.
Herman juga mengatakan bahwa biasanya pelaksanaan sembahyang akan diumumkan ke umat Konghucu secara umum, namun untuk tahun ini tidak. Pemberitahuan hanya dilakukan kepada pengurus yayasan. ”Namun, jika ada umat yang ingin beribadah di sini kami tetap akan menerima,” ujar dia. Selain itu, Herman juga mengatakan bahwa selama pandemi ini, kebanyakan umat memilih untuk beribadah dengan cara tidak ber barengan.
”Tahun-tahun sebelumnya biasanya ibadah tanggal 16 bisa mencapai 60 orang, hari ini (kemarin) terlihat sekitar 20 orang saja,” ungkapnya. Selain itu, durasi pelaksanaan ibadah juga dipercepat dari yang biasanya mencapai 45 menit, di masa pandemi ini hanya 20 menit saja. Meski begitu, hal ini tidak menyurutkan semangat umat dalam menyambut tahun baru imlek 2.572. ”Tahun ini adalah shio sapi logam,” ujar Herman. Sapi Logam sendiri adalah simbol kesabaran, ketegaran. ”Makanya kemungkinan tahun ini negara akan lebih tenang,” pungkasnya. (rmc/arl/mas) Editor : Ahmad Yani