"Sumber suara dentuman itu banyak. Bisa shockwave meteorit, shockwave gunung api, shockwave super tonik, bahan peledak, longsoran tanah skala luas, gempa sangat dangkal, dan thunderstorm," cuitnya melalui akun @DaryonoBMKG pada Rabu (3/2).
Daryono melanjutkan, semua hal tersebut bisa menjadi penyebab. Sehingga masyarakat tidak perlu panik, apalagi dikaitkan dengan hal-hal supranatural. Ia juga mengaku bahwa alat observasi yang digunakan masih kurang. Karena harusnya tidak hanya alat pencatat gempa saja yang dipakai, tetapi juga infrasound.
Kepanikan ini disebabkan karena banyak warga Malang sejak Selasa (2/2) pada pukul 23.00 WIB dikejutkan dengan suara dentuman misterius yang belum diketahui jelas asalnya dari mana.
Sementara itu, dangkan BPBD Kota Malang, Aziz, telah mengonfirmasi bahwa dentuman tersebut bukan berasal dari Gunung Raung maupun Gunung Semeru. Karena masih terpantau berada di level dua yang artinya waspada.
Penulis: Aulia Hamazunnisa Editor : Ahmad Yani