Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pelatih dan Pengurus Cabor di Kabupaten Masih Tunggu Bonus Porprov Cair

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Jumat, 10 Februari 2023 | 19:05 WIB
CABOR BARU: Atlet arung jeram dari Kota Batu saat bertanding di Porprov. (KONI KOTA BATU FOR RADAR BATU)
CABOR BARU: Atlet arung jeram dari Kota Batu saat bertanding di Porprov. (KONI KOTA BATU FOR RADAR BATU)
 

MALANG RAYA - Sejumlah kendala mewarnai persiapan tiga daerah di Malang raya untuk menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VIII 2023.

Di Kabupaten Malang, masih ada tanggungan bonus yang belum tuntas. Khususnya bonus untuk manajer, pelatih, dan pengurus cabor yang dijanjikan dari Porprov tahun lalu.

Sebagai informasi, kontingen Kabupaten Malang sudah membuktikan capaian prestasinya di tahun lalu. Pada Porprov 2019, mereka finish di peringkat kelima.

Sementara 2022, mereka bisa memperbaiki catatan itu dengan finish di peringkat keempat. Saat itu ada 157 medali yang didapatkan. Terdiri dari 47 medali emas, 51 perak, dan 59 perunggu.

Untuk diketahui, jadwal pasti Porprov Jatim 2023 masih belum ditentukan. Meski begitu, ada kabar bila event itu akan tersaji bulan Juli nanti.

Lokasinya di sejumlah tempat. Yakni Sidoarjo, Mojokerto, dan Jombang.
Baca Juga : Menang di Partai Debut, Putu Gede Dihadapkan Empat Laga Berat.

Ketua Persatuan Binaraga Fitnes Indonesia (PBFI) Kabupaten Malang Indra Qusnul Q. mengakui, problem belum cairnya bonus dari tahun lalu tidak mengenakan.

Sebab itu berpotensi menurunkan gairah cabor-cabor untuk kembali berprestasi. ”Kondisi ini membuat kami ada rasa takut jika di-PHP lagi,” kata dia kepada Jawa Pos Radar Malang.

Karena itu, saat ini PBFI Kabupaten Malang belum melakukan persiapan untuk Porprov 2023. Indra juga menjelaskan bila saat ini dirinya masih mempunyai utang puluhan juta.

Utang itu berasal dari persiapan Porprov tahun lalu. Mulai dari pemenuhan gizi dan suplemen atlet binaraga, sampai membiayai program latihan jangka panjang.
”Saya punya utang 85 juta. Yang dapat nama Kabupaten Malang. Tapi yang babak belur kami,” jelasnya.

Pada Porprov 2022 lalu, kontingen binaraga dari Kabupaten Malang sukses menjadi juara umum.

Mereka mengoleksi satu medali emas dan dua medali perak. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Senada dengan Indra, Ketua Harian Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kabupaten Malang Imam Hasan juga menyesalkan telatnya pencairan bonus dari tahun lalu.

Sebab menurut dia, selama ini pengurus cabor rela merogoh kocek pribadi sampai berutang agar persiapan lebih maksimal.

Dia bahkan mengaku kalau modal yang dikeluarkan pada Porprov tahun lalu setara satu harga mobil Innova terbaru.

”Bisa dibayangkan bagaimana kalau (bonus) sampai itu tidak cair. Tentunya menyakiti perjuangan kami,” tuturnya.

Berangkat dari itu, dia berharap KONI Kabupaten Malang bisa mendorong Pemkab Malang untuk memenuhi janjinya.

Pengurus cabor Gulat Kabupaten Malang juga berharap problem bonus itu bisa diselesaikan.
Baca Juga : Bonus Porprov Cair Rp 3,49 Miliar.

”Kami sudah menunaikan tugas, jadi seharusnya hak yang dijanjikan bisa direalisasikan,” kata Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia Kabupaten Malang Sulistiman.

Skema bonus untuk pelatih, manajer, pengurus cabor Kabupaten Malang mengacu pada poin. Poin itu dihitung dari perolehan medali.

Medali emas bakal dihitung empat poin. Medali perak dua poin, dan medali perunggu satu poin.

Setiap poin bernilai Rp 2 juta. Apabila ada cabor mendapat dua emas, maka bonusnya Rp 16 juta.

Berangkat dari itu, bonus yang belum cair nominalnya cukup besar. Sebab setiap cabor juara rata-rata mempunyai sekitar dua sampai tiga pelatih.

Lalu ditambah setiap cabor mempunyai satu manajer. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Mengenai persoalan bonus pelatih dan manager, Ketua KONI Kabupaten Malang Rosyidin mengaku bila pihaknya hanya bisa berusaha.

Menurutnya, pengajuan sudah terus dilakukan. ”Kami sudah terus berusaha mengupayakannya sejak tahun lalu,” kata dia.

Dia mengestimasi, apabila semua bonus dicairkan, dana yang dibutuhkan sekitar Rp 2 miliar.

Meski begitu, dia menyebut bila saat ini sudah ada titik terang terkait pencairan bonus tersebut. Rencananya, pada akhir Februari atau awal Maret tanggungan itu akan dituntaskan.

Sebagai informasi, KONI Kabupaten Malang akan mendapat anggaran Rp 5.5 miliar di tahun ini. Dari jumlah itu, Rp 2 miliar akan digunakan untuk Porprov 2023.

Langkah seleksi akan mereka lakukan untuk memangkas jumlah atlet. Dari 600, menjadi 400 atlet.
Baca Juga : Ramai-Ramai Menunggu Bonus Porprov.

Di tempat lain, salah satu staf Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang turut memastikan bila bonus untuk pelatih telah dialokasikan.

Proses pencairannya masih menunggu dari keuangan.

”Jika pintu pencairan telah dibuka, tinggal transfer ke masing-masing cabang olahraga (cabor). Khususnya, pelatih yang telah mendampingi Porprov 2022,” ujar staf yang enggan disebutkan namanya itu.

Dia memastikan bila bonus untuk atlet Porprov 2022 sudah dicairkan semua.
Cabor-Cabor Kota Malang Tunggu Instruksi KONI

Di Kota Malang, kendala untuk persiapan Porprov berada pada masa transisi pengurus KONI yang baru. Itu turut berimbas pada program yang disusun masing-masing cabor.

”Kami belum tahu mau melakukan pemusatan latihan kapan,” jelas Pelatih PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) Kota Malang Onny Candra.

Selain itu, suntikan dana untuk persiapan juga belum diketahui berapa besaran dan kapan pencairannya. Akibatnya, saat ini mereka harus melakukan latihan secara mandiri.

”Atlet mengeluarkan uang pribadi untuk transportasi dan pemenuhan gizi sendiri,” tuturnya.

Terpisah, Wakil Ketua I KONI Kota Malang Wasto memastikan bila persiapan untuk Porprov 2023 sudah berjalan. ”Sudah dimulai dengan melakukan penggalian informasi kepada cabor,” kata dia.

Itu dilakukan untuk melihat potensi cabor untuk Porprov 2023. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Ke depan, dia memastikan bila anggaran dari KONI Kota Malang juga segera cair. ”Akhir Februari ini, Insya Allah,” kata dia.

Anggaran untuk Porprov tahun ini turun dari sebelumnya. Pada Porprov 2022, ada dana Rp 15 miliar yang dialokasikan. Sementara tahun ini hanya Rp 10 miliar saja.

Di Kota Batu, problem persiapan Porprov bersifat teknis. Masih ada tiga cabor yang minim fasilitas latihan.

Di antaranya yakni cabor renang-selam, cabor BMX, dan cabor panahan-berkuda.

”Iya, kami perlu kolam renang untuk pembibitan altet renang hingga selam,” terang Ketua KONI Kota Batu Sentot Ary Wahyudi.

Dia menjelaskan bila antusias atlet dari cabor renang dan selam di Kota Batu sebenarnya cukup tinggi. Sayangnya, mereka belum memiliki kolam renang yang sesuai standar.
Baca Juga : Usai Dimotivasi Sutiaji, Kota Malang Runner Up Porprov.

”Selama ini atlet renang dan selam latihannya di kolam renang Arhanud, Gajayana Malang, dan sebagainya," terangnya.

"Sedangkan, khusus atlet selam laut, latihannya justru di Pasir Putih Situbondo, Jawa Timur,” paparnya.

Meski agenda Porprov masih jauh, dia memastikan bila KONI Kota Batu telah melakukan persiapan.

Jadwal pemusatan latihan sudah disusun. Rencananya akan dimulai bulan Maret nanti. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



”Intinya, kami mengalir saja. Kalau target medali itu paling tidak bisa stabil seperti Porprov tahun 2022 lalu (11 emas, 20 perak, 11 perunggu),” imbuh Sentot. (gp/ifa/yun/by)
Kendala-Kendala Persiapan Porprov di Malang Raya

Kabupaten Malang

Kota Malang

Kota Batu

NB: Diolah dari berbagai sumber. Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#porprov #atlet ##beritamalang #radarmalang #Olahraga ##jawaposradarmalang #malang #Pelatih ##mediaonlinemalang #Bonus