Acara nobar di kantor KPUD Kabupaten Malang itu diikuti perwakilan parpol, ormas, dan awak media. Ketua KPU Kabupaten Malang Anis Suhartini menyampaikan, kirab dilakukan untuk mengenalkan parpol peserta Pemilu 2024. "Kegiatan ini menandai satu tahun menjelang pelaksanaan Pemilu yang akan digelar 14 Februari 2024,” terangnya.
Menurut Anis, nantinya ada 18 parpol nasional dan 6 parpol lokal Aceh yang berkontestasi di Pemilu 2024. Maka, ia menyebut perlunya ada kirab untuk mengenalkan kepada masyarakat. Selain itu juga dilakukan untuk mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2024 mendatang.
Baca Juga : Partai Buruh Gagal Ikut Pemilu 2024
Sementara kegiatan deklarasi pemilu damai yang digelar Bawaslu Kabupaten Malang diwarnai penandatanganan komitmen oleh stakeholder terkait. Acara diikuti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan juga perwakilan parpol peserta pemilu.
Penandatanganan deklarasi dilaksanakan setelah launching aplikasi terbaru Bawaslu yang bertajuk "Jarimu Awasi Pemilu" dan Posko Kawal Hak Pilih. "Melalui posko ini, Bawaslu membuka pintu lebar-lebar apabila ada laporan masyarakat terkait pelanggaran di lingkungannya," ujar Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Malang George da Silva.
Baca Juga : KPU Targetkan Kesadaran Warga di Pemilu 2024 Naik
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Malang Mumuk Hadi Martono menyatakan, terkait potensi konflik pemilu antar parpol terbilang tidak ada. ”Jika ada, mungkin hanya internal antar calon dalam parpol atau desa. Tidak sampai membesar hingga tingkat kabupaten," katanya. Sehingga, menurut dia, konflik yang perlu diantisipasi yakni dari partisipasi pemilih.
"Dalam pilkada, tren partisipasi pemilih cenderung menurun. Sehingga penting adanya edukasi tentang pentingnya memilih pemimpin dan wakil rakyat," imbuh pejabat eselon II B Pemkab Malang itu. Selain itu, pihak parpol juga memiliki kepentingan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, terutama di wilayahnya masing-masing. (yun/nay) Editor : Ahmad Yani