Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Umat Hindu dan Islam Gotong Royong Siapkan Ogoh-Ogoh, Adem!

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Sabtu, 18 Maret 2023 | 18:00 WIB
KARYA : Warga Dusun Losari, Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir sudah menyiapkan beberapa ogoh-ogoh untuk menyambut Hari Raya Nyepi. Proses pembuatannya mulai dilakukan pertengahan Januari lalu. (Darmono / Radar Malang)
KARYA : Warga Dusun Losari, Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir sudah menyiapkan beberapa ogoh-ogoh untuk menyambut Hari Raya Nyepi. Proses pembuatannya mulai dilakukan pertengahan Januari lalu. (Darmono / Radar Malang)
 

MALANG KOTA - Kerukunan antar-umat beragama bisa dipelajari dari warga Dusun Losari, Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir.

Mereka selalu bergotong royong dalam menyiapkan perayaan hari besar keagamaan. Tak memandang agamanya apa, semua ikut ambil bagian.

Contohnya tersaji dalam beberapa hari terakhir, saat sejumlah warga di sana membuat ogoh-ogoh. Nanda Alfian, salah satu warga yang ikut membuat ogoh-ogoh turut membenarkannya.

Selain umat Hindu, dia menyebut bila umat Islam juga ikut membantu. ”Tujuannya juga untuk menciptakan kerukunan beragama,” kata lelaki berusia 23 tahun itu.

Dia mengungkapkan, pembuatan ogoh-ogoh itu sudah dilakukan sejak pertengahan Januari lalu. Lamanya pembuatan ogoh-ogoh itu karena prosesnya cukup panjang.

Dimulai dengan membuat kerangka dari bambu. Kerangka itu kemudian dibungkus kertas bekas sak semen.
Baca Juga : Peringatan Nyepi 2022, Nuansa Toleransi Tampak pada Ibadah Tawur Kesanga.

Di beberapa bagian juga diberi foam dan kertas koran. Selanjutnya, pada tahap finishing ditempeli dengan tisu agar membentuk sebuah tekstur.

”Selanjutnya diberi warna menggunakan cat. Seperti cat berwarna biru, merah, cream, dan kuning. Setiap warna menghabiskan cat hingga dua kilogram,” sebutnya.

Seluruh ogoh-ogoh, lanjut Nanda, dikerjakan setiap sore dan malam. Tepatnya setelah warga pulang kerja.

Di akhir pekan, warga bisa mengerjakannya seharian. Nanda menambahkan, ogoh-ogoh itu akan dibawa ke Balai Kota Malang pada 22 Maret.

Selanjutnya, akan dibawa keliling kampung dan terakhir akan dibakar di lapangan di dekat Puri Kawi.

Antusiasme umat Hindu dalam menyambut Hari Raya Nyepi juga terlihat di Kota Malang. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Salah satunya di Pura Luhur Dwijawarsa, yang ada di Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang.

Ketua Yayasan Pura Luhur Dwijawarsa Sunarya mengatakan, total ada 12 ogoh-ogoh yang akan diarak.

Dari Pura Luhur Dwijawarsa, akan ada dua ogoh-ogoh berbentuk butho kala.

”Butho tersebut sebagai simbol angkara murka, sehingga harus dilebur dengan cara dibakar,” terang dia.

Photo
Photo
BUTHO KALA: Pura Luhur Dwijawarsa, di Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang sudah menyiapkan ogoh-ogoh untuk pawai ke Balai Kota Malang.(Suharto / Radar Malang)

Sunarya menjelaskan, selain membuat ogoh-ogoh, umat Hindu di Kota Malang juga melakukan persiapan lain seperti membuat sesaji.

Menuju Hari Raya Nyepi, juga ada prosesi Melasti. Kemudian, prosesi tawur kesanga atau membersihkan alam semesta.

Nantinya, ogoh-ogoh akan dibakar dalam prosesi tawur kesanga.

Sama seperti ogoh-ogoh yang dibuat di Kecamatan Wagir, ogoh-ogoh dari Pura Luhur Dwijawarsa juga akan dibawa ke Balai Kota Malang.

Di sana, seluruh umat Hindu dari enam pura di Kota Malang akan menyambut Hari Raya Nyepi. (mel/by) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
##beritamalang #radarmalang ##jawaposradarmalang #berita malang hari ini ##mediaonlinemalang ##beritamalanghariini ##radarmalanghariini