MALANG RAYA- Jemaah haji asal Malang Raya akan dipulangkan dari tanah suci mulai 4-11 Juni mendatang. Jumlahnya mencapai 2.744 orang. Dalam kondisi normal, jemaah sebanyak itu bisa diterbangkan dalam 8 kloter. Namun, akibat sistem syarikah dalam pembagian jemaah yang diterapkan pemerintah Arab Saudi dan pemenuhan kuota, jemaah haji asal Malang Raya pulang dalam 15 kloter.
Data yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Malang menunjukkan bahwa jemaah haji asal Kota Malang akan dipulangkan dalam 10 kloter, Jumlahnya 1.183 orang. Kemudian jemaah dari Kabupaten Malang yang jumlahnya 1.364 orang akan pulang dalam 8 kloter. Sedangkan jemaah dari Kota Batu hanya 1 kloter. Jumlahnya 197 orang.
Kalau ditotal sebenarnya menjadi 19 kloter. Tapi, tiga kloter merupakan sebagian kecil jemaah dari Kabupaten Malang dan Kota Malang yang bergabung dengan daerah lain. Yakni kloter 82, 89, dan 97. Sedangkan satu kloter lainnya (kloter 81) berisi gabungan jemaah dari Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.
Data Kemenag menunjukkan hanya ada tiga kloter yang sepenuhnya diisi jemaah haji dari Kota Malang. Yakni kloter 76 (374 jemaah), kloter 77 (372 jemaah), dan kloter 80 (374 jemaah). Sisanya terpencar di tujuh kloter lain dan jumlahnya tidak besar.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Malang Subhan menjelaskan, kloter 76 dan 77 berangkat dari Madinah pada 4 Juli. Mereka dijadwalkan tiba di Kota Malang 5 Juli. Kemudian dilanjutkan kloter 80 yang berangkat pada 5 Juli dan akan tiba di Kota Malang tanggal 6 Juli.
Sebanyak 39 jemaah haji Kota Malang yang bergabung dengan kloter 31 juga akan tiba pada 6 Juli. Sisanya, sebanyak 26 jemaah diterbangkan dalam enam kloter bersama jemaah dari 17 daerah lain di Indonesia. Di antaranya, 1 jemaah sudah dipulangkan dengan kloter 4 pada 12 Juni lalu. Kemudian 1 jemaah akan tiba dengan kloter 82 pada 6 Juli, 16 jemaah tiba pada 7 Juli dengan kloter 88. Kemudian 2 jemaah tiba pada 9 Juli dengan kloter 89, lalu 1 jemaah tiba pada 1 Juli dengan kloter 90. Terakhir, 1 jemaah tiba pada 11 Juli dengan kloter 97.
”Untuk jemaah dengan kloter kepulangan berbeda disebabkan karena ada yang termasuk kategori pemenuhan kuota,” terang Subhan.
Proses pemulangan jemaah mendapat bantuan pembiayaan dari Pemkot Malang. Pembiayaan itu untuk kebutuhan sewa bus dari Surabaya ke Malang hingga konsumsi untuk petugas atau pendamping haji. ”Kami mengalokasikan dana Rp 365 juta selama pelaksanaan ibadah Haji,” kata Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Malang Achmad Sholeh
Anggaran itu digunakan untuk menyewa 34 bus dan tronton pengangkut koper saat pemberangkatan. Kemudian untuk pemulangan ada 34 bus dan tambahan 2 bus untuk masing-masing kloter. Artinya untuk pemulangan ada 44 bus pengangkut jemaah, petugas atau pendamping, maupun koper. Lalu ada konsumsi untuk petugas atau pendamping Haji.
Pemkab Siapkan 37 Bus
Sementara itu, dari 1.371 jemaah Kabupaten Malang yang berangkat ke tanah suci, hanya 1.364 jemaah yang pulang ke tanah air. Sebab, enam jemaah meninggal dunia dan satu jemaah masih dalam pencarian. Staf Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Kabupaten Malang Romdloni Suryono menyampaikan, jadwal kepulangan jemaah haji akan berlangsung hingga Jumat (11/7) mendatang.
Mereka akan mendarat di Surabaya dan dibawa ke Malang menggunakan bus yang disediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. ”Kemudian langsung ke KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh) masing- masing dan Kantor Kemenag Kabupaten Malang,” ucap Romdloni.
Pada 4 Juli mendatang hanya ada 11 jemaah yang akan tiba di tanah air. Mereka tergabung dalam kloter 75 bersama jemaah dari daerah lain. Tapi, para jemaah itu baru sampai di Malang pada keesokan hari pukul 03.35. Untuk kepulangan Sabtu (5/7) ada 752 jemaah yang tergabung dalam kloter 78. Mereka dijadwalkan tiba di Malang pukul 13.15. Sedangkan kloter 79 tiba di Malang pada pukul 05.50 keesokan harinya. Masing-masing kloter ada 376 jemaah.
Pada Minggu (6/7) terdapat 515 jemaah yang dipulangkan. Terdiri dari 139 jemaah dari kloter 81 yang dijadwalkan tiba di Malang pada pukul 14.15 dan 376 jemaah dari kloter 82 yang dijadwalkan tiba di Malang pada pukul 19.30. Selanjutnya pada Senin (7/7), 26 jemaah dari kloter 83 yang dijadwalkan tiba di Malang pukul 12.50. Rabu (9/7), 3 jemaah dari kloter 89 dijadwalkan tiba di Malang pukul 06.15. Terakhir, pada Jumat (11/7), 64 jemaah dari kloter 97 dijadwalkan tiba di Malang pukul 20.20.
”Kalau ditotal ada 37 bus nonekonomi yang disewa 24 jam untuk menjemput jemaah haji tersebut,” kata Romdloni. Sedangkan, untuk koper akan diangkut oleh 19 truk. Koper tersebut diangkut dari Surabaya ke KBIHU. Biaya akomodasi bus dan truk itu ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Nilainya sekitar Rp 450 juta. Anggaran tersebut juga untuk konsumsi para jemaah haji selama perjalanan. “Biaya tersebut termasuk pulang-perginya,” imbuhnya.
Kota Batu Satu Kloter
Sebanyak 197 jemaah haji asal Kota Batu akan pulang dari Tanah Suci pada 5 Juli mendatang. Mereka dipulangkan serentak dalam satu kloter. Mereka akan tiba di Kota Batu secara bersama-sama pada tanggal 6 Juli. Jemaah haji dari Kota Batu tergabung di kloter 81. Mereka bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Malang dan Kota Malang.
Sebelum kembali ke tanah air, jemaah haji asal Kota Batu mengakhiri ibadah di Madinah pada 5 Juli. Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu Basuki Rahmat menerangkan, jemaah akan tiba di Bandara Internasional Juanda, Surabaya pada pukul 08.15.
“Proses administrasi dan penanganan barang bawaan kami perkirakan membutuhkan waktu sekitar satu jam di bandara,” ungkapnya. Rombongan jemaah kemudian dijemput menggunakan 7 bus yang sudah disediakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Mereka akan diberangkatkan dari Surabaya menuju Kota Batu pada pukul 10.00 dan tiba pada pukul 12.00.
Basuki menambahkan, ada perbedaan armada yang digunakan untuk mengantar kepulangan para jemaah. Saat pemberangkatan lalu, Pemkot Batu memberikan bantuan lima unit bus dan dua truk untuk mengangkut koper. Sementara saat kepulangan, jemaah akan menaiki bus dan langsung membawa kopernya masing-masing.
Tidak ada prosesi khusus untuk menyambut kepulangan para jemaah haji. Mereka akan tiba kembali di Masjid Sultan Agung dan disambut oleh keluarga masing-masing. “Setelah itu akan dilakukan doa dan salat duhur bersama,” tandas Basuki. (mel/yun/ori/fat)
Editor : A. Nugroho