Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Berawal dari Kaget dan Gugup, Mahasiswa Baru Berhasil Beradaptasi Cepat di LDK Polinema

A. Nugroho • Jumat, 25 Juli 2025 | 21:00 WIB
LAPAR: Mahasiswa Polinema tengah makan bersama untuk memperkuat solidaritas.
LAPAR: Mahasiswa Polinema tengah makan bersama untuk memperkuat solidaritas.

RADAR MALANG - Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembali menjadi ajang pembuktian bagi para mahasiswa baru. Meski datang dari berbagai latar belakang daerah yang berbeda, nyatanya mereka mampu menunjukkan adaptasi yang cepat, bahkan dalam situasi yang cukup menguras tenaga dan mental.

 

Bayu, mahasiswa asal Tangerang, mengakui bahwa kegiatan LDK yang dijalaninya cukup padat dan melelahkan. Namun, justru dari situ ia menemukan keseruannya sendiri.

 

“Aktivitasnya melelahkan, itu pasti. Tapi dibalik itu semua, aktivitasnya seru jadi kita semua merasa enjoy,” ujarnya saat diwawancarai pada Rabu (23/7).

 

Senada dengan Bayu, Salwa mahasiswi asal Malang mengungkapkan bahwa adaptasi di LDK menjadi tantangan tersendiri bagi dia. Ia menjelaskan bahwa mengikuti rundown yang sudah ditentukan menjadi bagian penting dari proses penyesuaian diri.


“Adaptasinya yang menyesuaikan dengan rundown yang telah ditentukan, terus yaa dilakukan dengan niat agar lebih terasa disiplinnya gitu,” ujarnya.

 

Salwa juga sempat merasakan canggung di awal karena harus bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah. Namun, hal itu perlahan dapat berubah dengan seiring berjalannya waktu.


“Di sini awalnya agak canggung karena ketemu temen dari beberapa daerah, tetapi lama-lama bisa akrab,” ungkapnya.

 

Perbedaan latar belakang juga sempat menimbulkan tantangan dalam komunikasi antar mahasiswa. Salwa menilai perbedaan karakter pribadi dari tiap daerah cukup terasa baginya.


“Mungkin dari karakter ya, karena teman-teman dari setiap daerah punya kebiasaan dan perilaku yang berbeda, jadi ya kita nyesuain aja,” tambahnya.

 

Menariknya, Salwa dan Bayu sama-sama mengaku bahwa sebelum mengikuti LDK ini, mereka cenderung memiliki kebiasaan yang kurang produktif, seperti suka bermalas-malasan di rumah dan sering menunda aktivitas. Namun, di LDK kali ini mereka berhasil mengubah kebiasaan mereka jadi lebih baik.

 

“Sebelumnya saya sedikit dimanja, kurang disiplin soal waktu, dan belum terlalu bertanggung jawab. Tapi setelah di sini dan diamanahi jadi ketua kelas, saya belajar banyak soal manajemen waktu dan kedisiplinan. Itu sangat membantu saya berkembang,” terang Bayu.

 

Kegiatan LDK Polinema ini memang dirancang tidak hanya sebagai pengenalan kampus, tetapi juga sebagai ajang pembentukan karakter. Dari suasana canggung di awal, sampai para mahasiswa baru mulai menunjukkan kekompakan dan kesiapan mental mereka sebelum menghadapi dunia perkuliahan.

Dari rasa asing menjadi akrab, dari malas menjadi disiplin. Dari kegiatan LDK ini dapat membuktikan bahwa mahasiswa Polinema siap menghadapi perkuliahan dengan semangat. (run)

 

Editor : A. Nugroho
#LDK Polinema #Polinema #Kota Malang #Politeknik Negeri Malang